Market Review : Dollar Pulih, Dekati Tertinggi Minggu Lalu

Market Review : Dollar Pulih, Dekati Tertinggi Minggu Lalu

Harga emas tersungkur merespon penguatan Dollar AS kembali mendekati level tertinggi minggu lalu.

Eskpektasi kenaikan suku bunga setidaknya 1 kali lagi sebelum tahun 2027 mendorong Dollar menjadi daya Tarik ditengah minimnya data ekonomi.

*Key Highlights*

- Dollar AS diperdagangkan menguat pada level tertinggi 100.455 setelah sejumlah komentar Pejabat Federal Reserve AS mendukung adanya kenaikan suku bunga lebih lanjut.

- Presiden The Fed St. Louis, Alberto Musalem, berkomentar bahwa "tanpa pengetatan kebijakan lebih lanjut, kemungkinan besar inflasi akan tetap jauh di atas target 2% dalam 18 bulan ke depan." Musalem menambahkan bahwa kenaikan suku bunga lebih lanjut diperlukan.

- Austan Goolsbee dari Chicago Fed menyatakan bahwa The Fed tidak dapat mengabaikan guncangan pasokan yang terjadi berulang kali dan secara konsisten, serta harus meresponsnya dengan langkah yang mungkin menimbulkan kesulitan ekonomi.

- Di Timur Tengah, ketegangan geopolitik tampak mereda dipicu oleh munculnya kembali harapan akan penyelesaian diplomatik atas krisis AS-Iran - sehingga mendorong Harga minyak anjlok.

- Hari ini, tidak ada data ekonomi AS dan Eropa dengan prioritas tinggi. Perhatian pasar akan tertuju pada pertemuan luar biasa Trump-Xi yang dijadwalkan bertemu pada 24 September.

- Dalam pertemuan tersebut, Trader akan memusatkan perhatiannya pada AS dan China apakah akan mempertahankan "trade truce" yang akan berakhir pada 10 November mendatang.

- Pengumuman suku bunga Swiss National Bank (SNB) juga tak kalah penting. Divergensi kebijakan antara Fed dan SNB serta permintaan carry-trade dapat terus menekan nilai mata uang Franc.

*Market Movement*

Hingga akhir perdagangan Senin (21/9), Harga emas berakhir melemah - terkoreksi ke terendah $4,322 per ons paska lonjakan Dollar.

Dipasar gulir, Harga emas turun sekitar $34.63 atau 0.79% berakhir pada level $4,324.71 per ons.

Pada saat yang sama, emas berjangka kontrak Desember berakhir turun sebesar $41.00 atau 0.93% berakhir pada level $4,383.90 per ons.

Harga minyak terkoreksi menyusul penguatan Dollar ke level 100 dan meredanya ketegangan geopolitik. Berikut adalah penutupan Harga minyak pada Senin (21/9) pada pukul 04:00 WIB:

• OIL (SPOT) : $91.59 ,  -$3.84 /  -4.02%
• WTI : $92.37 ,  -$3.71 /  -3.86%
• BRENT : $100.34 ,  -$3.53 /  -3.40%
• NGAS : $2.9720 ,  -$0.025 /  -0.83%

Indeks Dolar AS menguat menguji tertinggi 100.455 - mendekati level tertinggi Jumat. Berikut adalah penutupan pasar matauang pada Senin (21/9) pada pukul 04:00 WIB:

• AUDUSD : 0.71179 ,  -4 /  -0.05%
• EURUSD : 1.14630 ,  -20 /  -0.18%
• GBPUSD : 1.33667 ,  -23 /  -0.17%
• NZDUSD : 0.57146 ,  -6 /  -0.10%
• USDJPY : 157.350 , +49 / +0.31%
• USDCAD : 1.40330 , +51 / +0.37%
• USDCHF : 0.82100 ,  -8 /  -0.10%
• USDCNH : 6.69234 ,  -24 /  -0.04%

*Sentimen*

Hari ini, tidak ada data ekonomi AS dan Eropa dengan prioritas tinggi. Perhatian pasar akan tertuju pada pertemuan luar biasa Trump-Xi yang dijadwalkan bertemu pada 24 September. 

--

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages