Gold Review : Harga Emas Potensi Lanjutkan Penguatan
kedaitrader.com - Harga emas diperdagangkan menguat tajam selama sesi perdagangan Jumat (21/10), setelah Imbal Hasil Obligasi AS terkoreksi dari level tertinggi dalam 15 tahun dan Dolar anjlok lebih dari 100 poin.
Fenomena pengetatan kebijakan moneter oleh Bank Sentral di Dunia dan gejolak politik telah mendorong pasar berburu pasar obligasi karena tingkat pengembalian yang lebih tinggi. Imbal hasil obligasi 10-tahun AS diperdagangkan mencapai 4,338%, sedangkan imbal hasil obligasi 30-tahun naik mencapai 4.384%.
Dipasar spot, harga emas diperdagangkan menguat sebanyak $29.62 atau 1.79% berakhir pada level $1,657.41 per ons, setelah uji tertinggi $1,657 dan terendah $1,617. Sementara emas berjangka kontrak Desember ditutup menguat sebanyak $19.50 atau 1.18% berakhir pada level $1,656.30 per ons di Divisi Comex.
Pada awal pekan ini, pasar emas diperkirakan dapat melanjutkan penguatan pekan lalu, merespon spekulasi tentang potensi debat Fed tentang pengurangan ukuran kenaikan suku bunga pada bulan Desember.
Fenomena pengetatan kebijakan moneter oleh Bank Sentral di Dunia dan gejolak politik telah mendorong pasar berburu pasar obligasi karena tingkat pengembalian yang lebih tinggi. Imbal hasil obligasi 10-tahun AS diperdagangkan mencapai 4,338%, sedangkan imbal hasil obligasi 30-tahun naik mencapai 4.384%.
Dipasar spot, harga emas diperdagangkan menguat sebanyak $29.62 atau 1.79% berakhir pada level $1,657.41 per ons, setelah uji tertinggi $1,657 dan terendah $1,617. Sementara emas berjangka kontrak Desember ditutup menguat sebanyak $19.50 atau 1.18% berakhir pada level $1,656.30 per ons di Divisi Comex.
Pada awal pekan ini, pasar emas diperkirakan dapat melanjutkan penguatan pekan lalu, merespon spekulasi tentang potensi debat Fed tentang pengurangan ukuran kenaikan suku bunga pada bulan Desember.
Menurut laporan yang dirilis oleh Wall Street Journal (WSJ), mengemukakan bahwa Pejabat Federal Reserve sedang menuju kenaikan suku bunga 75 bps pada pertemuan November dan kemungkinan akan memperdebatkan apakah dan bagaimana memberi sinyal rencana untuk menyetujui kenaikan yang lebih kecil pada bulan Desember. Hal ini dipaparkan oleh Nick Timiraos - kepala koresponden ekonomi di The Wall Street Jurnal yang melihat adanya perpecahan tentang pandangan beberapa member.
Sejauh ini, beberapa pejabat mengisyaratkan kegelisahan yang lebih besar tentang kenaikan suku bunga dengan skala besar untuk melawan inflasi. Sementara beberapa Pembuat Kebijakan juga ingin berhenti menaikkan suku bunga awal tahun depan untuk melihat bagaimana kebijakan mereka selama tahun ini berdampak pada inflasi dan mengurangi risiko yang menyebabkan ekonomi menurun.
--
Sejauh ini, beberapa pejabat mengisyaratkan kegelisahan yang lebih besar tentang kenaikan suku bunga dengan skala besar untuk melawan inflasi. Sementara beberapa Pembuat Kebijakan juga ingin berhenti menaikkan suku bunga awal tahun depan untuk melihat bagaimana kebijakan mereka selama tahun ini berdampak pada inflasi dan mengurangi risiko yang menyebabkan ekonomi menurun.
Memasuki sesi perdagangan awal pekan ini, pasar akan disibukkan dengan politik China di masa penobatan Xi Jinping yang akan menjalani masa jabatan ketiganya sebagai Pemimpin China dan jadwal press conference Menteri Keuangan AS Janet Yellen. Sementara dalam sepekan kedepan, pasar akan terfokus pada laporan GDP China (26/10) , pertemuan Bank Sentral Eropa (27/10) dan laporan GDP AS (27/10).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar