Market Review : Ubah Arah Kebijakan, Warsh Dorong Kenaikan Dolar

Market Review : Ubah Arah Kebijakan, Warsh Dorong Kenaikan Dolar

Volatilitas pasar global meningkat selama sesi perdagangan Rabu (17/6), setelah Warsh memberikan signal hawkish mendorong indeks Dolar AS menguat mencapai titik tertinggi Maret. Sementara pasar matauang utama dunia lainnya anjlok.

Harga emas terkoreksi, membalikkan keuntungan minggu ini - turun dari angka tertinggi $4,386 per ons menuju terendah $4,218 Kembali ke posisi Jumat (12/6).

*Key Highlights*

- Indeks Dolar AS melonjak mencapai tertinggi 100.63, sebelum berakhir naik sekitar 85 poin atau 0.86 berakhir pada level 100.44, menandai lonjakan harian terbesar sejak Juli tahun lalu.

- Pasar memusatkan perhatiannya pada kebijakan moneter the Fed dibawah kepemimpinan Kevin Warsh.

- Warsh menetapkan suku bunga saat ini tetap pada level 3.75% dan memberikan pandangan tentang ekonomi ke depan. Dimana Proyeksi baru mengubah jalur suku bunga 2026 dari pemotongan menjadi kenaikan.

- 9 dari 18 pejabat memperkirakan setidaknya satu kenaikan suku bunga tahun ini, dan Keputusan Fed hari ini dicapai dengan suara bulat 12-0. Angka ini  sangat kontras dengan perpecahan 8 banding 4 pada bulan April,

- Fed menurunkan proyeksi rata-rata PDB AS 2026 dari 2,4% menjadi 2,2%. dan memperkirakan inflasi PCE tidak akan kembali ke target 2% hingga tahun 2028. Yang Artinya pengetatan kebijakan moneter diperkirakan akan berlangsung hingga tahun tersebut.

- Disisi yang berbeda Trump meliris detail teks dari "Nota Kesepahaman" 14 poinnya dengan Iran. Salah satu diantaranya adalah AS, Iran, dan sekutu mereka sepakat untuk segera dan secara permanen mengakhiri operasi militer di semua lini, termasuk di Lebanon.

- Pada Kamis (18/6) focus akan bergeser pada pertemuan Bank Sentral Inggris dan Bank Sentral Swiss. Dan serangkaian data ekonomi Inggris dan AS, diantaranya : Tingkat Pengangguran Inggris, dan Klaim Pengangguran AS

*Market Movement*

Hingga akhir perdagangan Rabu (17/6), Harga emas terkoreksi Kembali ke posisi Jumat (12/6) Merespon penguatan Dolar.

Dipasar spot, harga emas berakhir turun sekitar $72.45 atau 1.67% berakhir pada level $4,257.51 per ons, setelah uji tertinggi $4,386 dan terendah $4,218 per ons.

Pada saat yang sama, emas berjangka kontrak Agustus berakhir turun sebanyak $73.00 atau 1.68% berakhir pada level $4,281.40 per ons di Divisi Comex.

Harga minyak bergerjolak mencapai tertinggi $78.97 dan terendah $74.00 sebelum akhirnya menetap stabil didekat sesi penutupan sebelumnya. Berikut adalah penutupan Harga minyak pada Rabu (17/6) pada pukul 04:00 WIB:

• OIL (SPOT) : $74.90 ,  -$0.85 /  -1.12%
• WTI : $76.01 ,  -$0.04 /  -0.05%
• BRENT : $79.55 , +$0.59 / +0.75%
• NGAS : $3.1560 ,  -$0.086 /  -2.65%

Indeks Dolar AS menguat, mencatatkan kenaikan sekitar 85 pips atau 0.86% berakhir pada level 100.44, setelah sempat uji tertinggi 100.63 dan terendah 99.52. Berikut adalah penutupan pasar matauang pada Rabu (17/6) pada pukul 04:00 WIB:

• AUDUSD : 0.70113 ,  -53 /  -0.75%
• EURUSD : 1.15003 ,  -107 /  -0.92%
• GBPUSD : 1.32893 ,  -136 /  -1.01%
• NZDUSD : 0.57653 ,  -65 /  -1.12%
• USDJPY : 160.722 , +29 / +0.18%
• USDCAD : 1.40968 , +104 / +0.74%
• USDCHF : 0.79951 , +65 / +0.82%
• USDCNH : 6.77551 , +189 / +0.28%

*Sentimen*

Pada Kamis (18/6) focus akan bergeser pada pertemuan Bank Sentral Inggris dan Bank Sentral Swiss. Dan serangkaian data ekonomi Inggris dan AS, diantaranya : Tingkat Pengangguran Inggris, dan Klaim Pengangguran AS.

--

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages