Kedai Trader: Forex Market Review | Rekomendasi Emas | Rekomendasi Saham | Rekomendasi Forex | Rekomendasi CFD | Analisa Emas | Analisa Saham | Analisa Forex | Analisa CFD
Loading...

Post Top Ad

Call/Whatsapp 081288838703 for Join Trading with Kedai Trader

Monday, September 15, 2014

Forex Market Review

kedaitrader.com – Indeks dolar AS menyelesaikan sesi perdagangan akhir pekan dengan kerugian tipis setelah bertahan diztas level 84.00 selama sepekan sesi perdagangan menandai level tertingginya sejak Juli. 

Indeks Dolar AS ditutup turun tipis yakni sebesar 4 pips atau 0.05% berakhir pada level 84.25, setelah sebelumnya sempat diperdagangkan hingga setinggi 84.42 dan serendah 84.08.

Dolar menguat dari sesi terendah hariannya setelah data Retail Sales AS menunjukkan hasil yang cukup baik, dimana penjualan retail Amerika naik sebesar 0.6% pada periode Agustus, lebih rendah dari perkiraan dan data sebelumnya pada 0.3% (F) dan 0.3% (P).

Penguatan pada dolar AS, telah membawa Yen Jepang berada pada level terendah sepanjang masa. USD/JPY diperdagangkan melemah pada level 107.32 naik sebanyak 24 pips atau 0.22%. Melemahnya Yen telah memdukung penguatan pada pasar Saham Jepang.

Dipasar Sterling, mata uang Inggris ini ditutup menguat, rebound dari level terendahnya sejak November 2013 selama sepekan kemarin setelah dibuka gap down lebih dari 200 poin pada awal pekan. Sterling anjlok menjelang referendum Skotlandia pada pekan ini (18/9). Pada Jum’at GBP/USD ditutup naik hanya sebesar 3 pips atau 0.02% berakhir pada 1.6257.

Jika dalam refendum tersebut menyebutkan bahwa Skotlandia tetap berada didalama kedaulatan Inggris maka GBP/USD berpotensi menguat tajam , beranjak dari level terendahnya. Namun jika terjadi sebaliknya, maka mimpi buruk bagi pasar global.

Dipasar EURO, mata uang tersebut diperdagangkan flat pada kisaran yang sempit selama sesi perdagangan sepekan kemarin. EUR/USD bertahan pada level terendahnya sejak Juli 2013, karena menguatnya dolar. Pada Jum’at (12/9) Euro ditutup naik sebesar 25 pips atau 0.22% berakhir pada 1.2946.

Dolar Australia menjadi mata uang utama dengan penurunan terbesar setelah bayang-bayang perlambatan ekonomi China menguat. AUD/USD ditutup turun 57 pips atau 0.63% berakhir pada 0.9041 selama sesi perdagangan Jum’at (12/9), setelah sebelumnya sempat diperdagangkan hingga setinggi 0.9107 dan serendah 0.9030. 

Memasuki sesi perdagangan minggu ini, pasar akan cukup tegang menunggu pertemuan FOMC minutes AS pada pukul 01.00 GMT+7 Kamis (18/9). Disusul dengan penyelenggaraan Referendum Scotlandia pas sesi perdagangan Eropa.

Beberapa pertemuan Bank Sentral juga akan mewarnai pasar forex selama sepekan kedepan. Diantaranya, Pertemuan Reserve Bank Of Australia (RBA) (16/9), Press Conference Gubernur Bank Of Japan (BOJ) Kurada (16/9), Bank Of England MPC Vote (17/9).



For Medium Or Long Term Recommendation, Fundamental and Technical Analysis you can SUBSCRIBED as Platinum Members of Kedai Trader

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad