Market Review : Emas Tertekan, Dollar & Yield 10Y AS Tembus Rekor Baru

Market Review : Emas Tertekan, Dollar & Yield 10Y AS Tembus Rekor Baru

Harga emas, Indeks saham AS dan sejumlah matauang berisiko anjlok pada perdagangan Rabu (23/9) setelah laporan PMI yang kuat dan pemulihan harga minyak mentah - meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga pada bulan Oktober.

Alhasil, Dollar AS tembus ke level tertinggi dalam dua bulan ke titik 101. Sementara imbal hasil obligasi 10 tahun AS bertengker diatas level 5% tertinggi dalam hamper dua decade.

*Key Highlights*

- PMI Manufacturing AS dirilis melonjak ke level 57.0, jauh melampaui ekspektasi yang hanya 53.6. Disektor Jasa, PMI dirilis melonjak ke level 58.7, lebih dari perkiraan dan data sebelumnya pada 55.8 (F) dan 56.5 (P).

- Harga minyak pulih dari penurunan selama lima hari berturut-turut akibat lalu lintas di Selat Hormuz masih sangat dibatasi, meskipun pembicaraan AS-Iran menunjukkan kemajuan.

- Laporan PMI yang positif dan Harga mnyak yang terus bertahan diatas $90 per barel mendorong kenaikan ekspektasi suku bunga Oktober oleh the Fed. Probabilitas menunjukkan 68.6% kemungkinan kenaikan suku bunga pada pertemuan October, meningkat dari sebelumnya sebesar 55%.
 
- Dolar makin perkasa, menetap diatas level 101 untuk pertama kalinya sejak dua bulan terakhir - menandai kenaikan selama tiga hari berturut-turut. Sementara Imbal hasil obligasi 10tahun AS naik ke level 5.115% tertinggi sejak 2007.

- Pada Kamis (24/9), laporan Tenaga kerja Australia, Klaim Pengangguran AS dan pengumuman suku bunga SNB akan jadi sorotan. Pasar juga akan menantikan kehadiran Xi Jinping di Washington untuk pertama kalinya setelah 11 tahun berlalu.

- Dalam KTT tersebut, Trader akan memusatkan perhatiannya pada AS dan China apakah akan mempertahankan "trade truce" yang akan berakhir pada 10 November mendatang.

*Market Movement*

Hingga akhir perdagangan Rabu (23/9), Harga emas berakhir anjlok - turun dari titik tertinggi $4,369 ke terendah $4,274 per ons. Emas dan Dollar kembali pada korelasi tradisional - setelah sempat keduanya menguat bersamaan.

Dipasar gulir, Harga emas turun sekitar $70.82 atau 1.63% berakhir pada level $4,287.18 per ons.

Pada saat yang sama, emas berjangka kontrak Desember berakhir turun sebesar $58.00 atau 1.33% berakhir pada level $4,318.40 per ons.

Harga minyak pulih dari titik terendah $88 per barrel. Kenaikan dipicu pembicaraan yang stagnan dan aktivitas di selat Hormuz masih dibatasi. Berikut adalah penutupan Harga minyak pada Rabu (23/9) pada pukul 04:00 WIB:

• OIL (SPOT) : $92.14 , +$2.68 / +3.00%
• WTI : $92.16 , +$1.64 / +1.81%
• BRENT : $98.12 ,  -$1.13 /  -1.14%
• NGAS : $3.1710 , +$0.025 / +0.79%

Indeks Dolar AS menguat menguji tertinggi 101.20 - tertinggi sejak akhir Juli. Berikut adalah penutupan pasar matauang pada Rabu (23/9) pada pukul 04:00 WIB:

• AUDUSD : 0.70372 ,  -77 /  -1.08%
• EURUSD : 1.13822 ,  -63 /  -0.55%
• GBPUSD : 1.32368 ,  -103 /  -0.77%
• NZDUSD : 0.56705 ,  -57 /  -1.00%
• USDJPY : 158.342 , +98 / +0.63%
• USDCAD : 1.41021 , +41 / +0.29%
• USDCHF : 0.82506 , +48 / +0.59%
• USDCNH : 6.70986 , +119 / +0.18%

*Sentimen*

Pada Kamis (24/9), laporan Tenaga kerja Australia, Klaim Pengangguran AS dan pengumuman suku bunga SNB akan jadi sorotan. Pasar juga akan menantikan kehadiran Xi Jinping di Washington untuk pertama kalinya setelah 11 tahun berlalu.

Dalam KTT tersebut, Trader akan memusatkan perhatiannya pada AS dan China apakah akan mempertahankan "trade truce" yang akan berakhir pada 10 November mendatang.

--

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages