Market Review : 98% Polls, Yakin Suku Bunga the Fed Naik 25bps Besok Malam
Probabilitas kenaikan suku bunga the Fed mencapai 98% sehari jelang pengumuman suku bunga the Fed besok malam.
Ekspektasi ini, memicu lonjakan imbal hasil obligasi 10Y Amerika mencapai 5% dan Dollar mendekati level 100. Sementara, menekan Harga emas ke titik terendah Juni.
*Key Highlights*
- Imbal hasil obligsai tenor 10 tahun AS naik di atas 5% untuk pertama kalinya sejak tahun 2023.
- Berdasarkan pantauan CME Watch Tools, probaiblitas kenaikan September meningkat menjadi 92.4%. Sementara Data Prime Terminal memperlihatkan probaiblitas sebesar 98%.
- Harapan kenaikannya semakin meningkat ditengah ketegangan geopolitik Timur Tengah yang memanas dan ancaman gangguan pasokan minyak global yang memicu Harga minyak WTI stabil diatas $100 per barrel.
- Perlu diwaspadai bahwa, Jika kenaikan gagal dilakukan pasar akkan menjadi sangat liar. Kekhawatiran ini muncul ditengah ancaman Trump untuk menghentikan perdagangan terhadap sekitar 50% mitra dagangnya jika the Fed tak turunkan suku bunga.
- Minggu ini, focus Utama pasar akan tertuju pada pertemuan Bank Sentral Utama Dunia yakni, U.S Federal Reserve, Bank of England dan Bank of Japan.
- Bank of England merupakan bank dengan probabilitas kenaikan suku paling rendah hanya sekitar 32% (minggu). BoE akan mengumumkan kebijakan suku bunganya pada Kamis (17/9).
- The Fed dan BoJ akan memicu gelombang tsunami trading, keduanya diharapkan akan menaikkan suku bunga sebesar 25bps. Suku bunga the Fed akan diumumkan pada Kamis dini hari / Rabu malam. Sementara BoJ akan mengumumkan kebijakannya pada Jumat.
- Waspadai Intrusment yang paling akan terdampak atas kebijakan moneter keduanya adalah XAU (Emas) dan USDJPY (Yen)
*Market Movement*
Hingga akhir perdagangan Senin (14/9), Harga emas berakhir melemah akibat penguatan Dolar dan imbla hasil obligasi AS.
Dipasar gulir, Harga emas turun - sekitar $49.59 atau 1.14% berakhir pada level $4,298.64 per ons, setelah capai terendah $4,253.
Pada saat yang sama, emas berjangka kontrak Desember berakhir turun sebesar $57.00 atau 1.29% berakhir pada level $4,351.90 per ons.
Harga minyak melonnjak ditengah kekhawaitran gangguan pasokan atas penutupan pipa Saudi. Berikut adalah penutupan Harga minyak pada Senin (14/9) pada pukul 04:00 WIB:
• OIL (SPOT) : $97.94 , +$1.21 / +1.25%
• WTI : $101.39 , +$1.34 / +1.34%
• BRENT : $105.68 , +$1.07 / +1.02%
• NGAS : $2.9740 , +$0.078 / +2.69%
Indeks Dolar AS menguat menguji level 99.75, fokus dollar tertuju probabilitas suku bunga the Fed jelang pertemuan minggu ini. Berikut adalah penutupan pasar matauang pada Senin (14/9) pada pukul 04:00 WIB:
• AUDUSD : 0.71384 , -29 / -0.41%
• EURUSD : 1.15483 , -46 / -0.40%
• GBPUSD : 1.34984 , -23 / -0.17%
• NZDUSD : 0.57776 , -33 / -0.56%
• USDJPY : 154.326 , +79 / +0.51%
• USDCAD : 1.38989 , +29 / +0.21%
• USDCHF : 0.81718 , +9 / +0.11%
• USDCNH : 6.70772 , -4 / -0.01%
*Sentimen*
Probabilitas kenaikan suku bunga the Fed mencapai 98% sehari jelang pengumuman suku bunga the Fed besok malam.
Ekspektasi ini, memicu lonjakan imbal hasil obligasi 10Y Amerika mencapai 5% dan Dollar mendekati level 100. Sementara, menekan Harga emas ke titik terendah Juni.
*Key Highlights*
- Imbal hasil obligsai tenor 10 tahun AS naik di atas 5% untuk pertama kalinya sejak tahun 2023.
- Berdasarkan pantauan CME Watch Tools, probaiblitas kenaikan September meningkat menjadi 92.4%. Sementara Data Prime Terminal memperlihatkan probaiblitas sebesar 98%.
- Harapan kenaikannya semakin meningkat ditengah ketegangan geopolitik Timur Tengah yang memanas dan ancaman gangguan pasokan minyak global yang memicu Harga minyak WTI stabil diatas $100 per barrel.
- Perlu diwaspadai bahwa, Jika kenaikan gagal dilakukan pasar akkan menjadi sangat liar. Kekhawatiran ini muncul ditengah ancaman Trump untuk menghentikan perdagangan terhadap sekitar 50% mitra dagangnya jika the Fed tak turunkan suku bunga.
- Minggu ini, focus Utama pasar akan tertuju pada pertemuan Bank Sentral Utama Dunia yakni, U.S Federal Reserve, Bank of England dan Bank of Japan.
- Bank of England merupakan bank dengan probabilitas kenaikan suku paling rendah hanya sekitar 32% (minggu). BoE akan mengumumkan kebijakan suku bunganya pada Kamis (17/9).
- The Fed dan BoJ akan memicu gelombang tsunami trading, keduanya diharapkan akan menaikkan suku bunga sebesar 25bps. Suku bunga the Fed akan diumumkan pada Kamis dini hari / Rabu malam. Sementara BoJ akan mengumumkan kebijakannya pada Jumat.
- Waspadai Intrusment yang paling akan terdampak atas kebijakan moneter keduanya adalah XAU (Emas) dan USDJPY (Yen)
*Market Movement*
Hingga akhir perdagangan Senin (14/9), Harga emas berakhir melemah akibat penguatan Dolar dan imbla hasil obligasi AS.
Dipasar gulir, Harga emas turun - sekitar $49.59 atau 1.14% berakhir pada level $4,298.64 per ons, setelah capai terendah $4,253.
Pada saat yang sama, emas berjangka kontrak Desember berakhir turun sebesar $57.00 atau 1.29% berakhir pada level $4,351.90 per ons.
Harga minyak melonnjak ditengah kekhawaitran gangguan pasokan atas penutupan pipa Saudi. Berikut adalah penutupan Harga minyak pada Senin (14/9) pada pukul 04:00 WIB:
• OIL (SPOT) : $97.94 , +$1.21 / +1.25%
• WTI : $101.39 , +$1.34 / +1.34%
• BRENT : $105.68 , +$1.07 / +1.02%
• NGAS : $2.9740 , +$0.078 / +2.69%
Indeks Dolar AS menguat menguji level 99.75, fokus dollar tertuju probabilitas suku bunga the Fed jelang pertemuan minggu ini. Berikut adalah penutupan pasar matauang pada Senin (14/9) pada pukul 04:00 WIB:
• AUDUSD : 0.71384 , -29 / -0.41%
• EURUSD : 1.15483 , -46 / -0.40%
• GBPUSD : 1.34984 , -23 / -0.17%
• NZDUSD : 0.57776 , -33 / -0.56%
• USDJPY : 154.326 , +79 / +0.51%
• USDCAD : 1.38989 , +29 / +0.21%
• USDCHF : 0.81718 , +9 / +0.11%
• USDCNH : 6.70772 , -4 / -0.01%
*Sentimen*
Tidak ada data ekonomi AS dengan prioritas tinggi yang akan dirilis pada hari ini (15/9). Fokus pasar sepenuhnya akan tertuju pada pertemuan the Fed akan dimulai sejak Selasa (Waktu AS)
--

Tidak ada komentar:
Posting Komentar