Market Review : Emas Terkoreksi Lebih dari 4%, Capai Terendah November

Market Review : Emas Terkoreksi Lebih dari 4%, Capai Terendah November

Harga emas anjlok pada level terendah sejak 24 November, setelah serangkaian fundamental ekonomi dan geopolitik yang memenuhi lantai perdagangan pasar global.

Misi rahasia Trump yang diklaim menyeret harga minyak turun dan lonjakan dalam inflasi AS adalah point utamanya.

Key Highlights

- Indeks Dolar AS berbalik menguat - stabil diatas angka 100 setelah sempat mencapai titik terendah hariannya pada 99.741.

- Inflasi AS dilaporkan melonjak sebesar 4.2% (YoY) selama periode Mei dan naik sebesar 0.5% pada bulan yang sama dibandingkan bulan sebelumnya.

- Presiden AS Donald Trump secara mengejutkan mengatakan "Saya menyukai inflasi" dan menjelaskan alasannya setelah inflasi CPI AS naik menjadi 4,2%.

- Trump juga mengumumkan bahwa AS telah mengambil minyak dari Iran, termasuk 22 kapal minyak "tadi malam" dalam misi rahasia dan ini adalah alasan utama mengapa harga minyak AS turun mendekati $85/barel.

- Disisi lain, Menteri Energi AS Wright mengatakan dia tidak mengetahui minyak yang diklaim Presiden Trump diambil AS dari Iran.

- Kenaikan dalam inflasi konsumen AS mendorong spekulasi kenaikan suku bunga the Fed tetap tinggi. Berdasarkan data CME, probabilitas kenaikan suku bunga Oktober stabil diatas 50% dan 70% untuk pertemuan Desember.

- Pada Kamis (11/6) pasar akan memusatkan perhatian mereka pada laporan inflasi produsen Amerika malam ini pada pukul 19:30 WIB. Laporan ini juga akan sangat mempengaruhi prospek kebijakan moneter dan probabilitas suku bunga jelang pertemuan FOMC pekan depan.

- Diluar dari rangkaian data ekonomi AS pasar juga akan memperhatikan perkembangan geopolitik Timur Tengah dan pertemuan Bank Sentral Eropa (ECB) pada pukul 19:15 WIB.

Market Movement

Hingga akhir perdagangan Rabu (10/6), Harga emas anjlok lebih dari $200 dari titik tertinggi harianya akibat gejolak geopolitik dan laporan inflasi AS mendukung penguatan Dolar.

Dipasar spot, harga emas berakhir turun sekitar $191.14 atau 4.49% berakhir pada level $4,069.22 per ons, setelah uji tertinggi $4,257 per ons pada sesi Asia.

Pada saat yang sama, emas berjangka kontrak Juli berakhir turun sebanyak $153.10 atau 3.57% berakhir pada level $4,133.30 per ons di Divisi Comex.

Harga minyak mentah pulih dari kerugian hariannya setelah mencapai terendah $86 per barel. Pemulihan terjadi setelah ketegangan geopolitik AS-Iran meningkat dan menghapus harapan terjadi kesepakatan. Berikut adalah penutupan Harga minyak pada Rabu (10/6) pada pukul 04:00 WIB:

* OIL (SPOT) : $89.95 , +$2.56 / +2.93%
* WTI : $90.03 , +$1.83 / +2.07%
* BRENT : $93.10 , +$2.10 / +2.31%
* NGAS : $3.1090 , +$0.050 / +1.63%

Indeks Dolar AS berakhir menguat sekitar 9 pips atau 0.09% berakhir pada level 100.08, setelah sempat uji tertinggi 100.086 dan terendah 99.741. Berikut adalah penutupan pasar matauang pada Rabu (10/6) pada pukul 04:00 WIB:

* AUDUSD : 0.69948 ,  -31 /  -0.44%
* EURUSD : 1.15358 ,  -6 /  -0.05%
* GBPUSD : 1.33668 ,  -12 /  -0.09%
* NZDUSD : 0.57941 ,  -20 /  -0.34%
* USDJPY : 160.559 , +20 / +0.13%
* USDCAD : 1.39432 ,  -6 /  -0.04%
* USDCHF : 0.80001 , +18 / +0.22%
* USDCNH : 6.78192 , +38 / +0.06%

Sentimen

Pada Kamis (11/6) pasar akan memusatkan perhatian mereka pada laporan inflasi produsen Amerika malam ini pada pukul 19:30 WIB. Laporan ini juga akan sangat mempengaruhi prospek kebijakan moneter dan probabilitas suku bunga jelang pertemuan FOMC pekan depan.

Diluar dari rangkaian data ekonomi AS pasar juga akan memperhatikan perkembangan geopolitik Timur Tengah dan pertemuan Bank Sentral Eropa (ECB) pada pukul 19:15 WIB.

--

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages