Market Review : Harapan Perdamaian, Tekan Harga Minyak ke Terendah April
Harapan tercapainya kesepakatan AS-Iran memenuhi ruang perdagangan sehingga memicu kenaikan harga emas mendekati level $4,600 per ons. Sementara Harga minyak mentah dunia dan indeks Dolar AS tertekan turun.
Probabilitas kenaikan suku bunga the Fed sedikit memudar karena suasana pasar yang positif meningkatkan harapan bahwa tercapainya perpanjangan gencatan senjata AS-Iran membuka harapan kembali dibukanya Selat Hormuz yang sebelumnya menjadi pemicu kenaikan inflasi global.
Key Highlights
- Indeks Dolar AS berakhir dibawah 99 untuk pertama kalinya dalam dua pekan terakhir, mentap pada level 98.97 setelah menguji tertinggi 99.21 dan 98.77.
- Menurut sumber yang dikutipp oleh Reuters menyebutkan bahwa jika kesepakatan tercapai, Selat Hormuz akan dibuka kembali dan Angkatan Laut AS akan mencabut blokadenya.
- Jika sesuai dengan apa yang diperkirakan, maka hal tersebut memungkinkan kapal untuk bebas melewati selat tersebut.
- Secara terpisah, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa ia akan berada di Ruang Situasi “untuk membuat keputusan akhir” tentang kesepakatan tersebut.
- Seluruh laporan yang memberikan dorongan atas harapan tercapainya kesepakatan ini, menggerakkan arah para pelaku pasar untuk menurunkan taruhannya terhadap kenaikan suku bunga the Fed.
- Berdasarkan pantauan Fed Watch Tools, peluang kenaikan suku bunga the Fed pada akhir tahun mereda menjadi 48% dari 68% seminggu yang lalu.
- Pekan ini, akan menjadi pekan yang sibuk. Dimana focus pasar akan tertuju pada laporan tenaga kerja AS.
- Pada Senin (1/6), Pasar akan terfokus pada perkembangan geopolitik AS-Iran dan data manufaktur PMI AS.
Market Movement
Hingga akhir perdagangan Jumat (29/5), Harga emas berakhir dengan kenaikan tajam - melonjak sekitar $44.55 atau 0.99% berakhir pada level $4,540.13 per ons.
Pada saat yang sama, emas berjangka kontrak Juli berakhir menguat sebanyak $37.50 atau 0.83% berakhir pada level $4,569.90.
Harga minyak mentah melemah - berakhir pada titik terendah sejak akhir April. Berikut adalah penutupan Harga minyak pada Jumat (29/5) pada pukul 04:00 WIB:
* OIL (SPOT) : $86.84 , -$1.15 / -1.31%
* WTI : $87.36 , -$1.54 / -1.73%
* BRENT : $91.12 , -$1.58 / -1.70%
* NGAS : $3.1480 , -$0.020 / -0.63%
Indeks Dolar AS melemah, berakhir dibawah 99 untuj pertama kalinya setelah dua pekan. Dolar mencatatkan kerugian sebesar 7 poin atau 0.07% berakhir pada level 98.97. Berikut adalah penutupan pasar matauang pada Jumat (29/5) pada pukul 04:00 WIB:
* AUDUSD : 0.71837 , +22 / +0.30%
* EURUSD : 1.16578 , +10 / +0.09%
* GBPUSD : 1.34542 , +10 / +0.08%
* NZDUSD : 0.59879 , +55 / +0.92%
* USDJPY : 159.237 , 0 / 0.00%
* USDCAD : 1.37938 , +12 / +0.09%
* USDCHF : 0.78102 , -28 / -0.36%
* USDCNH : 6.76340 , -95 / -0.14%
Sentimen
Pekan ini, akan menjadi pekan yang sibuk. Dimana focus pasar akan tertuju pada laporan tenaga kerja AS. Pada Senin (1/6), Pasar akan terfokus pada perkembangan geopolitik AS-Iran dan data manufaktur PMI AS.
Harapan tercapainya kesepakatan AS-Iran memenuhi ruang perdagangan sehingga memicu kenaikan harga emas mendekati level $4,600 per ons. Sementara Harga minyak mentah dunia dan indeks Dolar AS tertekan turun.
Probabilitas kenaikan suku bunga the Fed sedikit memudar karena suasana pasar yang positif meningkatkan harapan bahwa tercapainya perpanjangan gencatan senjata AS-Iran membuka harapan kembali dibukanya Selat Hormuz yang sebelumnya menjadi pemicu kenaikan inflasi global.
Key Highlights
- Indeks Dolar AS berakhir dibawah 99 untuk pertama kalinya dalam dua pekan terakhir, mentap pada level 98.97 setelah menguji tertinggi 99.21 dan 98.77.
- Menurut sumber yang dikutipp oleh Reuters menyebutkan bahwa jika kesepakatan tercapai, Selat Hormuz akan dibuka kembali dan Angkatan Laut AS akan mencabut blokadenya.
- Jika sesuai dengan apa yang diperkirakan, maka hal tersebut memungkinkan kapal untuk bebas melewati selat tersebut.
- Secara terpisah, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa ia akan berada di Ruang Situasi “untuk membuat keputusan akhir” tentang kesepakatan tersebut.
- Seluruh laporan yang memberikan dorongan atas harapan tercapainya kesepakatan ini, menggerakkan arah para pelaku pasar untuk menurunkan taruhannya terhadap kenaikan suku bunga the Fed.
- Berdasarkan pantauan Fed Watch Tools, peluang kenaikan suku bunga the Fed pada akhir tahun mereda menjadi 48% dari 68% seminggu yang lalu.
- Pekan ini, akan menjadi pekan yang sibuk. Dimana focus pasar akan tertuju pada laporan tenaga kerja AS.
- Pada Senin (1/6), Pasar akan terfokus pada perkembangan geopolitik AS-Iran dan data manufaktur PMI AS.
Market Movement
Hingga akhir perdagangan Jumat (29/5), Harga emas berakhir dengan kenaikan tajam - melonjak sekitar $44.55 atau 0.99% berakhir pada level $4,540.13 per ons.
Pada saat yang sama, emas berjangka kontrak Juli berakhir menguat sebanyak $37.50 atau 0.83% berakhir pada level $4,569.90.
Harga minyak mentah melemah - berakhir pada titik terendah sejak akhir April. Berikut adalah penutupan Harga minyak pada Jumat (29/5) pada pukul 04:00 WIB:
* OIL (SPOT) : $86.84 , -$1.15 / -1.31%
* WTI : $87.36 , -$1.54 / -1.73%
* BRENT : $91.12 , -$1.58 / -1.70%
* NGAS : $3.1480 , -$0.020 / -0.63%
Indeks Dolar AS melemah, berakhir dibawah 99 untuj pertama kalinya setelah dua pekan. Dolar mencatatkan kerugian sebesar 7 poin atau 0.07% berakhir pada level 98.97. Berikut adalah penutupan pasar matauang pada Jumat (29/5) pada pukul 04:00 WIB:
* AUDUSD : 0.71837 , +22 / +0.30%
* EURUSD : 1.16578 , +10 / +0.09%
* GBPUSD : 1.34542 , +10 / +0.08%
* NZDUSD : 0.59879 , +55 / +0.92%
* USDJPY : 159.237 , 0 / 0.00%
* USDCAD : 1.37938 , +12 / +0.09%
* USDCHF : 0.78102 , -28 / -0.36%
* USDCNH : 6.76340 , -95 / -0.14%
Sentimen
Pekan ini, akan menjadi pekan yang sibuk. Dimana focus pasar akan tertuju pada laporan tenaga kerja AS. Pada Senin (1/6), Pasar akan terfokus pada perkembangan geopolitik AS-Iran dan data manufaktur PMI AS.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar