Gold Review : Minim Data, Harga Emas Bergerak Flat
Dipasar spot, harga emas ditutup didekat level pembukaan Asia pada $1,675.80, dibuka gap down dan mengakhiri perdagangan Senin (7/11) dengan kerugian sebanyak $9.25 atau 0.55% berakhir pada level $1,674.96 per ons, setelah uji terendah $1,666.83. Emas berjangka kontrak Desember ditutup menguat sekitar $3.90 aau 0.23% berakhir pada level $1,680.50 per ons di Divisi Comex.
Dipasar komoditas lainnya, Harga minyak mentah dunia kembali melanjutkan tren kenaikan yang terjadi pada hari Jumat (4/11), berhasil melewati level $93 untuk pertama kalinya dalam empat minggu terakhir. Rumor tentang pelonggaran pembatasan COVID di China telah meningkatkan optimisme pasar.
Sayangnya, Penyangkalan rumor oleh otoritas China kembali membebani pasar minyak. Dipasar spot, harga minyak mentah ditutup melemah sebanyak $0.72 atau 0.78% berakhir pada level $91.89 per barel. Minyak mentah berjangka WTI turun sebanyak 82 sen atau 0.89% berakhir pada level $91.79 per barel. Sedangkan minyak mentah Brent turun sebanyak 65 sen atau 0.66% berakhir pada level $97.92 per barel.
Memasuki sesi perdagangan Selasa (8/11), pasar global akan sepi dari rangkaian data ekonomi. Pasar hanya akan terfokus pada pergerakkan Dolar sebagai intrusmen utama perdagangan di dunia.
Disesi Eropa, Pasar akan sedikit melihat laporan Penjualan Ritel Eropa yang akan dirilis pada pukul 17:00 WIB. Disesi perdaganga Amerika malam nanti, pasar akan terfokus pada US Midterm Election. Pemilihan paruh waktu di Amerika Serikat adalah pemilihan umum yang diadakan titik tengah masa jabatan empat tahun presiden. Selama tahun pemilihan paruh waktu ini, semua 435 kursi di DPR dan 35 dari 100 kursi di Senat akan diperebutkan.
kedaitrader.com - Harga emas bergerak pada kisaran yang sempit selama sesi perdagangan Senin (7/11) karena minimnya data dan mempertahankan posisi $1,660 karean investor nampak enggan berspekulasi menunggu data kunci inflasi AS yang akan dirilis pada Kamis mendatang, bahkan setelah Dolar anjlok disesi perdagangan Amerika semalam.
Dipasar spot, harga emas ditutup didekat level pembukaan Asia pada $1,675.80, dibuka gap down dan mengakhiri perdagangan Senin (7/11) dengan kerugian sebanyak $9.25 atau 0.55% berakhir pada level $1,674.96 per ons, setelah uji terendah $1,666.83. Emas berjangka kontrak Desember ditutup menguat sekitar $3.90 aau 0.23% berakhir pada level $1,680.50 per ons di Divisi Comex.
Dipasar komoditas lainnya, Harga minyak mentah dunia kembali melanjutkan tren kenaikan yang terjadi pada hari Jumat (4/11), berhasil melewati level $93 untuk pertama kalinya dalam empat minggu terakhir. Rumor tentang pelonggaran pembatasan COVID di China telah meningkatkan optimisme pasar.
Sayangnya, Penyangkalan rumor oleh otoritas China kembali membebani pasar minyak. Dipasar spot, harga minyak mentah ditutup melemah sebanyak $0.72 atau 0.78% berakhir pada level $91.89 per barel. Minyak mentah berjangka WTI turun sebanyak 82 sen atau 0.89% berakhir pada level $91.79 per barel. Sedangkan minyak mentah Brent turun sebanyak 65 sen atau 0.66% berakhir pada level $97.92 per barel.
Memasuki sesi perdagangan Selasa (8/11), pasar global akan sepi dari rangkaian data ekonomi. Pasar hanya akan terfokus pada pergerakkan Dolar sebagai intrusmen utama perdagangan di dunia.
Disesi Eropa, Pasar akan sedikit melihat laporan Penjualan Ritel Eropa yang akan dirilis pada pukul 17:00 WIB. Disesi perdaganga Amerika malam nanti, pasar akan terfokus pada US Midterm Election. Pemilihan paruh waktu di Amerika Serikat adalah pemilihan umum yang diadakan titik tengah masa jabatan empat tahun presiden. Selama tahun pemilihan paruh waktu ini, semua 435 kursi di DPR dan 35 dari 100 kursi di Senat akan diperebutkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar