Gold Review : Harga Emas Berakhir Datar, Investor Optimis Fed Akan Perlambat Trend Kenaikan Suku Bunga
Dipasar spot, harga emas ditutup melemah tipis hanya sekitar $2.72 atau 0.16% berakhir pada level $1,661.68 per ons, setelah uji tertinggi $1,670 dan terendah $1,654. Sedangkan emas berjangka kontrak Desember ditutup melemah sebanyak $3.60 atau 0.22% berakhir pada level $1,665.60 per ons di Divisi Comex.
Dalam laporan terbaru, GDP AS dilaporkan meningkat sebanyak 2.60% selama periode Kuartal ke3 - lebih baik dari perkiraan dan data sebelumnya pada 2.40% (F) dan -0.60% (P). Klaim Pengangguran AS dilaporkan naik hanya sekitar 217K, lebih rendah dari perkiraan pada 220K. Sedangkan Durable Good Orders AS dilaporkan naik hanya sekitar 0.40% selama periode September, lebih rendah dari perkiraan investor pada 0.60%.
Memasuki sesi perdagangan akhir pekan (28/10), pasar global akan terfokus pada pertemuan Bank Sentral Jepang (BOJ) pada pukul 9:30 WIB, diikuti dengan serangkaian laporan Ekonomi dan Press Conference Kepala BOJ. Dalam pertemuan kali ini fokus utama pasar akan tertuju pada kebijakan moneter BOJ dan laporan skala intervensi yang dikabarkan telah dilakukan oleh BOJ dan Pemerintah dalam dua pekan terakhir.
Disesi perdagangan Amerika malam nanti, fokus pasar akan bergeser pada laporan PCE Price Index AS, Personal Income, dan Personal Spending AS pada pukul 19:30 WIB. Diikuti data Pending Home Sales dan Consumer Sentimen AS pada pukul 21:00 WIB.
kedaitrader.com - Harga Emas berakhir datar selama sesi perdagangan Kamis (27/10), terombang-ambing diantara kerugian dan keuntungan ditengah gejolak pasar keuangan. Investor nampak optimis dengan kenaikan suku bunga ECB dan berangsur bangkit karena prospek Fed untuk memperlambat trend kenaikan suku bunga semakin kuat, menyimak laporan GDP kuartal ke-3 Amerika yang dirilis sangat baik.
Dipasar spot, harga emas ditutup melemah tipis hanya sekitar $2.72 atau 0.16% berakhir pada level $1,661.68 per ons, setelah uji tertinggi $1,670 dan terendah $1,654. Sedangkan emas berjangka kontrak Desember ditutup melemah sebanyak $3.60 atau 0.22% berakhir pada level $1,665.60 per ons di Divisi Comex.
Dalam laporan terbaru, GDP AS dilaporkan meningkat sebanyak 2.60% selama periode Kuartal ke3 - lebih baik dari perkiraan dan data sebelumnya pada 2.40% (F) dan -0.60% (P). Klaim Pengangguran AS dilaporkan naik hanya sekitar 217K, lebih rendah dari perkiraan pada 220K. Sedangkan Durable Good Orders AS dilaporkan naik hanya sekitar 0.40% selama periode September, lebih rendah dari perkiraan investor pada 0.60%.
Memasuki sesi perdagangan akhir pekan (28/10), pasar global akan terfokus pada pertemuan Bank Sentral Jepang (BOJ) pada pukul 9:30 WIB, diikuti dengan serangkaian laporan Ekonomi dan Press Conference Kepala BOJ. Dalam pertemuan kali ini fokus utama pasar akan tertuju pada kebijakan moneter BOJ dan laporan skala intervensi yang dikabarkan telah dilakukan oleh BOJ dan Pemerintah dalam dua pekan terakhir.
Disesi perdagangan Amerika malam nanti, fokus pasar akan bergeser pada laporan PCE Price Index AS, Personal Income, dan Personal Spending AS pada pukul 19:30 WIB. Diikuti data Pending Home Sales dan Consumer Sentimen AS pada pukul 21:00 WIB.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar