kedaitrader.com – Harga emas anjlok mencapai
level terendah sejak Juli pada sesi perdagangan awal pekan ini dengan kerugian
tajam lebih dari $30. Sementara indeks dolar AS diperdagangka menguat tajam
mencapai level 103 terhadap yen.
Selama sesi perdagangan berlangsung
semalam emas berjangka kontrak Februari ditutup turun sebesar $28.50 atau
sekitar 2.3% berakhir pada $1,221.90.
Dipasar spot, harga emas ditutup turun
lebih tajam sebesar $32.90 atau 2.63% berakhir pada $1,218.50 pada sesi
perdagangan semalam. Sebelumnya harga emas spot sempat diperdagangkan hingga
setinggi $1,248.75 dan anjlok hingga serendah $1,217.70 pasca data manufaktur
AS dirilis.
Dipasar mata uang, Indeks Dolar AS
diperdagangkan menguat tajam sebesar 23 pips berakhir pada 80.89. terhadap Yen
dolar menguat hingga 51 pips berakhir pada 102.92, setelah sebelumnya sempat
mencapai titik tertinggi hariannya pada 103.11.
Berita Terbaru,
Selama sesi perdagangan Senin (2/12),
pasar emas anjlok sessaat setelah data ISM Manufaktur AS periode November dirilis
naik pada level 57.3 dari 56.4 pada periode Oktober lalu.
Dirilisnya data ditengah kekhawatiran
seputar rencana tappering bank sentral AS dalam waktu dekat telah mendorong
prospek negative pada harga emas.
Memasuki sesi perdagangan awal Desember,
pada pekan pertama pasar akan terfokus pada deretan data ketenagakerjaan AS
seperti ADP Employment dan Non-Farm Payrolls secara berturut-turut pada Rabu (4/12)
dan Jum’at (6/12). Pada minggu kedua pasar akan terfokus pada target pemerintah
AS atas pendanaan sementara yang akan berakhir pada 15 Desember pasca Shutdown
pemerintah pada Oktober lalu. Sentimen tersebut juga nampak akan berlanjut
hingga pertemuan FOMC Minutes AS pada Minggu ke-3 bulan Desember.
Secara Fundamental, memasuki sesi
perdagangan Desember pasar mungkin akan diperdagangkan lebih tinggi
memanfaatkan momentum “Window Dressing” akhir tahun, beberapa factor yang cukup
memberikan dukungan adalah jika pemerintah AS kembali melakukan perdebatan atas
berakhirnya pendanaan pemerintah yang berlangsung sementara hingga 15 Desember
mendatang, bahkan pasar emas mungkin akan sangat diuntungkan jika pemerintah
kembali mengumumkan ‘Shutdown’.
Menyikapi hal tersebut, pada pertemuaan
FOMC mendatang rencana ‘tappering’ yang akan dilakukan oleh bank sentral AS
mungkin baru akan berlangsung pada akhir kuartal pertama tahun berikutnya. Hal
ini juga diperkuat dengan digantikannya kepala Fed Ben Bernanke oleh Janet Yellen.
Dalam jangka pendek, isu tapering sementara
akan memberikan dampak negative hingga menjelang pertemuan FOMC Minutes AS dua
minggu mendatang pada 19 Desember 2013.
Secara Teknikal, penembusan harga emas
dibawah level support $1,225.50 yang baru saja terjadi telah memberikan
indikasi negative pada harga emas. Melihat penembusan yang baru saja terjadi,
memungkinkan harga emas untuk bergerak pada kisaran $1,241.00 - $1,196.70.
Selama sesi perdagangan hari ini, emas diperkirakan
akan diperdagangkan pada kisaran $1,227.00 - $1,207.00. Perhatikan
masing-masing batas atas (resistance) dan batas bawah (support) kirasan
pergerakan harga tersebut.
Alternatif Posisi :
Outlook : Negatif
Short Term Trade :
- Buy If Break $1,241.00
Target : $1,244.00 ; $1,247.00
- Sell If Break $1,215.50
Target : $1,212.00 ; $1,209.00
For Medium Or Long Term Recommendation, Fundamental and Technical Analysis you can SUBSCRIBED as Platinum Members of Kedai Trader
Tidak ada komentar:
Posting Komentar