kedaitrader.com – Pasar emas menyelesaikan
sesi perdagangan periode November dengan kerugian tajam selama satu bulan
terkahir, meski pasar emas bergerak lebih tinggi selama sesi perdagangan Jum’at
(29/11) namun keuntungan tidak mampu menghapus kerugian yang terlampau dalam
selama periode berjalan.
Selama sesi perdagangan Jum’at (29/11)
emas berjangka kontrak Februari ditutup menguat sebesar $12.50 atau sekitar 1%
berakhir pada $1,250.40. Selama periode November harga emas berjangka kontrak
Februari telah anjlok sebanyak $73.70 atau 5.54%.
Dipasar spot, harga emas ditutup naik
sebanyak $14.00 atau 1.13% berakhir pada $1,251.40 selama sesi perdagangan Jum’at,
sebelumnya harga emas spot sempat diperdagangkan hingga setinggi $1,254.70 dan
serendah $1,240.60. Sementara selama periode November emas spot mencatatkan
kerugian sebesar $71.10 atau sekitar $5.38%.
Dari penurunan masing-masing harga emas
merupakan penurunan bulanan selama tiga periode berturut-turut.
Berita Terbaru,
Selama akhir pekan pasar hanya
memanfaatkan profit taking pada periode akhir November. Minimnya data ekonomi
selama sesi perdagangan berlangsung telah mendorong investor berspekulasi
terhadap pasar.
Memasuki sesi perdagangan awal Desember,
pada pekan pertama pasar akan terfokus pada deretan data ketenagakerjaan AS
seperti ADP Employment dan Non-Farm Payrolls secara berturut-turut pada Rabu (4/12)
dan Jum’at (6/12). Pada minggu kedua pasar akan terfokus pada target pemerintah
AS atas pendanaan sementara yang akan berakhir pada 15 Desember pasca Shutdown
pemerintah pada Oktober lalu. Sentimen tersebut juga nampak akan berlanjut
hingga pertemuan FOMC Minutes AS pada Minggu ke-3 bulan Desember.
Secara Fundamental, memasuki sesi
perdagangan Desember pasar mungkin akan diperdagangkan lebih tinggi
memanfaatkan momentum “Window Dressing” akhir tahun, beberapa factor yang cukup
memberikan dukungan adalah jika pemerintah AS kembali melakukan perdebatan atas
berakhirnya pendanaan pemerintah yang berlangsung sementara hingga 15 Desember
mendatang, bahkan pasar emas mungkin akan sangat diuntungkan jika pemerintah
kembali mengumumkan ‘Shutdown’.
Menyikapi hal tersebut, pada pertemuaan
FOMC mendatang rencana ‘tappering’ yang akan dilakukan oleh bank sentral AS
mungkin baru akan berlangsung pada akhir kuartal pertama tahun berikutnya. Hal
ini juga diperkuat dengan digantikannya kepala Fed Ben Bernanke oleh Janet Yellen.
Secara Teknikal, nampak indikasi bullish
divergen pada harga emas dalam jangka pendek dan memungkinkan harga emas untuk
bergerak setidaknya hingga $1,279.00. Dengan level terendah yangmungkin terjadi
adalah $1,225.50.
Selama sesi perdagangan hari ini, emas diperkirakan
akan diperdagangkan pada kisaran $1,261.70 - $1,234.00. Perhatikan
masing-masing batas atas (resistance) dan batas bawah (support) kirasan
pergerakan harga tersebut.
Alternatif Posisi :
Outlook : Negatif
Short Term Trade :
- Buy If Break $1,261.70
Target : $1,265.00 ; $1,268.00
- Sell If Break $1,234.00
Target : $1,231.00 ; $1,228.00

For Medium Or Long Term Recommendation, Fundamental and Technical Analysis you can SUBSCRIBED as Platinum Members of Kedai Trader
Tidak ada komentar:
Posting Komentar