kedaitrader.com – Harga emas berjangka diperdagangkan anjlok 1.8% selama sesi perdagangan Jum'at (8/11), setelah Departement tenaga kerja AS menyebutkan bahwa julah lapangan kerja baru diluar sektor pertanian meningkat tajam jauh diatas perkiraan dan data pada periode sebelumnya. Harga emas diperdagangkan melemah seiring dengan indeks dolar yang diperdagangkan menguat tajam mencapai level sejak 13 September lalu.
Emas berjangka kontrak Desember menyelesaikan sesi perdagangan Jum'at (8/11) dengan kerugian sebesar $23.90 atau 1.8% berakhir pada $1,284.60 di divisi Comex New York Mecrchatile Exchang, dengan kerugian sebesar $28.6 atau sekitar 2.18% selama seminggu terakhir.
Pasar spot emas ditutup turun $18.20 atau 1.39% berakhir pada $1,289.00, setelah sebelumnya harga emas spot sempat diperdagangkan hingga setinggi $1,313.55 dan serendah $1,281.00. Sementara selama sepekan terkahir harga emas spot mencatatkan kerugian sebesar $26.30 atau sekitar 2%.
Berita Terbaru,
Harga emas diperdagangkan anjlok pada sesi Jum'at setelah data Non Farm Payrolls AS dirilis, pasar bergerak dengan peningkatan volume yang cukup tajam sama seperti ketika data GDP AS dirilis pada hari sebelumnya.
View Graphs :
Source : Reuters
Dalam data yang dirilis departement tenaga kerja AS menunjukkan bahwa angka NFP naik tajam menjadi 204.000 lapangan kerja baru diluar sektor pertanian. Angka ini jauh berada diatas perkiraan dan data sebelumnya masing-masing pada 121.000 (F) dan 163.000 (P).
Sementar tingkat pengangguran AS dirilis dengan hasil yang sedikit mengecewakan yakni naik pada level 7.3% dari 7.2% pada periode sebelumnya. Meski demikian pasar masih melihat bahwa ini jauh lebih baik dan cukup berimbang dengan banyaknya lapangan pekerjaan baru yang tersedia.
Selama sepekan terkahir pasar emas diperdagangkan anjlok, dengan banyak ketakutan pasar atas ketidakpastian krisis yang sebentar datang dan pergi. Harga emas telah kehilangan sekitar seperlima dari nilainya tahun ini ditengah kekhawatiran investor atas spekulasi bahwa The Fed akan mulai mengurangi skala pembelian obligasi yang saat ini berada pada kisaran $85 milliar.
Meski harga emas sempat melonjak dalam beberapa pekan terakhir setelah kebuntuan anggaran yang berkepanjangan di Washington pada bulan Oktober banyak investor mulai membalikkan spekulasi bahwa Fed mungkin akan menunda program pengurangan skala QE. Namun, setelah laporan NFP yang kuat pada Jumat kemarin , beberapa ekonom mengatakan adanya kemungkinan The Fed untuk membatasi program pembelian obligasi setidaknya pada pertemuan berikutnya pada Desember.
Setelah data Non Farm Payrolls AS, selama bulan November fokus pasar berikutnya adalah sidang senate AS yang akan menetapkan Janet Yellen sebagai kepala Federal Reserve AS pada bulan November. Hal ini diperkirakan akan mampu memberikan dukungan pada pasar emas, pasalnya Yellen dikenal sebagai "Pro Stimulus" dibadingkan dengan kepala Fed saat ini, Ben Bernanke.
Sementara memasuki sesi perdagangan hari ini, emas diperkirakan akan diperdagangkan pada kisaran $1,291.80 - $1,277.50. Perhatikan masing-masing batas atas (resistance) dan batas bawah (support) kirasan pergerakan harga tersebut.
Alternatif Posisi :
Outlook : Negatif
Short Term Trader :
- Buy If Break $1,291.80
Target : $1,295.00 ; $1,297.00
- Sell If Break $1,277.50
Target : $1,275.00 ; $1,272.00

For Medium Or Long Term Recommendation, Fundamental and Technical Analysis you can SUBSCRIBED as Platinum Members of Kedai Trader
Tidak ada komentar:
Posting Komentar