Euro
sedikit melemah terhadap dolar selama sesi perdagangan Jum'at kemarin, setelah
sempat mencapai titik tertinggi 1.2845 pada perdagangan sebelumnya. Euro
dikoreksi turun dan mendekati titik support 1.2785.
Selama
sesi perdagangan Jum'at, euro diperdagangkan sedikit lebih rendah sebesar
0.001% menjadi 1.2819 dan mencapai titik tertinggi hariannya pada 1.2838 dan
titik terendah hariannya pada 1.2793. Dalam satu minggu terakhir, euro ditutup
lebih rendah sebesar 1.29% menjadi 1.2821, serta turun sebesar 1.81% menjadi
1.2821 selama satu bulan perdagangan terakhir.
Dalam
data resmi AS, pengeluaran pribadi pada bulan Maret menunjukkan peningkatan
sebesar 0.3% menjadi 0.7% dari 0.4% pada bulan sebelumnya, serta diatas
ekspektasi pasar untuk kenaikan sebesar 0.6%. Sementara itu, diikuti dengan
data sentimen konsumen Michigan pada bulan Februari mengalami peningkatan 78.6
diatas ekspektasi pasar untuk kenaikan sebsar 72.5, serta jauh diatas bulan
sebelumnya sebsear 71.8, yang turut mendukung pelemahan euro terhadp dolar.
Sementara
itu, selama sesi peradagangan Kamis (28/3) kemarin. Euro diperdangkan lebih
tinggi 0.28% dan mendekati titik resistance pada 1.2845, setelah data negatif
AS yang turut mendukung euro bergerak untuk naik. Dalam laporan Departemen
Tenaga Kerja, menyatakan bahwa klaim pengangguran di AS menunjukkan peningkatan
sebesar 16.000 menjadi 357.000, dari ekspektasi pasar untuk penurunan sebesar
1.000 menjadi 41.000.
Memasuki
sesi perdagangan hari ini, euro diperkirakan akan diperdagangkan antara 1.2865
- 1.2680. Dimana, jika range harga bergerak dan menembus batas atas
(Resistance) dan batas bawah (Support), maka akan menentukan trend perdagangan
hari ini.
Alternatif
Posisi :
Outlook
: Negatif
v Sell If break $1.2770
Target : $1.2750; 1.2730; 1.2710
v Buy If Break $1.2825
Target
: $1.2845; $1.2865; $1.2885
For Medium Or Long Term Recommendation, Fundamental and Technical Analysis you can SUBSCRIBED as Platinum Members of Kedai Trader

Tidak ada komentar:
Posting Komentar