kedaitrader.com - Sebuah laporan baru oleh World Gold Council bahwa tren yang berkembang dari bank sentral saat ini adalah secara aktif melakukan diversifikasi portofolio atas kepemilikan aser (reserve)mereka. Dolar AS yang merupakan mata uang global utama, dengan outlook jangka panjang yang penuh ketidakpastian dan begitu pula pada euro. telah mendorong bank sentral mengurangi alokasi mereka untuk dolar AS dan euro. Sementara itu, peningakatan terlihat pada pembelian aset tradisional* seperti emas dan yen Jepang dan alternatif baru termasuk renminbi China.
Cadangan resmi bank sentral secara global telah tumbuh dari $ 2 triliun di tahun 2000 menjadi lebih dari $ 12 triliun pada tahun 2012. Selama periode dua belas tahun yang sama data yang menunjukkan perubahan signifikan dari dolar AS, sementara porsi mata uang lainnya dalam komposisi cadangan telah meningkat tiga kali lipat secara absolut sejak 2008.
Dolar Kanada (CAD), Dolar Australia (AUD), Swiss Franc (CHF), Kroner Denmark (DKK), Renminbi Cina (CNY), adalah salah satu mata uang yang semakin banyak dimiliki oleh masing-masing bank sentral negara berkembang**.
Note :
* : Traditional reserve assets include US Dollar, euro, gold, British Pound, Japanese Yen denominated assets.
** : central banks of China, Russia, Korea, South Africa, Malaysia, Hong Kong, India, Turkey, Hungary, Poland, Mexico,
Source : World Gold Council (Official)
For Medium Or Long Term Recommendation, Fundamental and Technical Analysis you can SUBSCRIBED as Platinum Members of Kedai Trader

Tidak ada komentar:
Posting Komentar