Euro
diperdagangkan tetap terhadap dolar selama sesi perdagangan Senin (14/1), dikarenakan
para investor tetap berhati - hati dan menunggu perkembangan kebijakan moneter Federal
Reserve Ben Bernanke.
Selama
sesi perdagangan AS Senin, euro terhadap dolar diperdagangkan naik 0.28% dan
ditutup pada level 1.3382. Pada sesi hariannya, euro sempat mencapai titik
terendah pada 1.3336 dan titik tertingginya pada 1.3404.
Dalam
pertemuan Federal Reserve Bank of Chicago di Hongkong Senin kemarin, Presiden
Bank Chicago Charles Evans mengatakan bahwa Bank Sentral harus terus mendukung
pemulihan ekonomi di AS. Sementara itu, dalam konferensi pers semalam, Federal Reserve
Ben Bernanke tidak memberikan sinyal apapun dalam upayanya menindak lanjuti fiscal
yang terjadi di AS.
Dalam
laporan zona euro, produksi industri mengalami penurunan yang cukup besar pada
bulan November, dengan output sebesar 0.3 persen dari Oktober, dibawah dari
ekspektasi untuk kenaikan sebesar 0.1 persen.
Disisi
lain perdagangan mata uang lainnya, euro diperdagangkan naik pound dan yen. EUR/GBP
diperdagangkan naik 0.59% dan berakhir di 0.8320. Sementara EUR/JPY
diperdagangkan lebih tinggi 0.1% menjadi 119.00.
Memasuki
sesi perdagangan hari ini, pasar akan terfokus terhadap data AS meliputi data
PPI dan Retail Sales, serta perlu diperhatikan pula data zona euro yaitu CPI
Jerman yang akan dirilis pada Selasa (15/01)
hari ini.
Euro
diperkirakan akan diperdagangkan antara 1.3495 – 1.3260 pada selama sesi
perdagangan hari ini. Dimana, jika range harga menembus batas atas (Resistance)
dan batas bawah (Support), maka akan menentukan trend perdagangan dari ini.
Alternatif
Posisi :
Outlook
: Positif
v Buy
if break 1.3395
Target
1.3415, 1.3435, 1.3455, 1.3475, 1.3495, 1.3515.
v Sell
if break 1. 3360
Target
1.3340, 1.3320, 1.3300, 1.3280, 1.3260, 1.3240.
For Medium Or Long Term Recommendation, Fundamental and Technical Analysis you can SUBSCRIBED as Platinum Members of Kedai Trader

Tidak ada komentar:
Posting Komentar