Market Review : Perang Iran, Picu Pelemahan Harga Emas*
Harga emas rebound dari sesi terendah hariannya, namun masih bertahan dengan kerugian besar sepanjang hari akibat ketengangan geopolitik yang meningkat dan ekspektasi inflasi AS yang meningkat mencapai tertinggi sejak 2023.
Sejumlah serangan dan komentar Trump terkait Iran membawa Harga emas tertekan hingg terendah $4,040 per ons. Sementara Dolar AS bertahan diatas 101.
Harga minyak naik mencapai tertinggi $75.70 per ons, tertinggi dalam 3 minggu.
*Key Highlights*
- Dolar AS naik beriringan dengan kenaikan imbal hasil obligasi AS yang semakin menekan Harga emas karena ekspektasi kenaikan suku bunga the Fed.
- Imbal hasil obligasi 2Y,10Y dan 30Y AS kompak menguat masing-masing lebih dari 0.5%.
- Risalah pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) 16-17 Juni dirilis dengan Pemungutan suara bulat 12-0 untuk mempertahankan kisaran target pada 3.50% hingga 3.75%.
- Berdasarkan pantauan Fed Watch Tools, ekspektasi kenaikan suku bunga the Fed September meningkat dari 68% menjadi 69% dan 85% menjadi 87% untuk pertemuan Desember setelah FOMC.
- Gencatan senjata AS-Iran yang baru saja tercapai dalam hitungan hari kini berakhir, karena negosiasi gagal dan sejumlah aksi militer telah di lakukan.
- Baru-baru ini, AS telah memulai serangkaian serangan baru ke Iran, menghantam lebih dari 80 target di dalam dan sekitar Selat Hormuz hanya beberapa hari setelah perbaikan terbaru pada kesepakatan Versailles.
- Pada Kamis (9/7) pasar akan terfokus laporan Klaim Pengangguran AS yang akan dirilis pada pukul 19:30 WIB dan Existing Home Sales AS pada pukul 21:00 WIB.
*Market Movement*
Hingga akhir perdagangan Rabu (8/7), Harga emas diperdagangkan melemah - bertahan dibawah $4,100 per ons.
Dipasar spot, harga emas berakhir turun sekitar $30.20 atau 0.74% berakhir pada level $4,075.16 per ons.
Pada saat yang sama, emas berjangka kontrak Agustus berakhir turun sekitar $75.00 atau 1.80% berakhir pada level $4,082.40 per ons.
Harga minyak bergerak naik, menguat mencapai $75 per barel karena ketegangan geopolitik secara tak terduga meningkat. Berikut adalah penutupan Harga minyak pada Rabu (8/7) pada pukul 04:00 WIB:
• OIL (SPOT) : $74.42 , +$2.47 / +3.43%
• WTI : $73.52 , +$3.08 / +4.37%
• BRENT : $78.02 , +$3.86 / +5.20%
• NGAS : $3.1430 , -$0.060 / -1.87%
Indeks Dolar AS bergerak cukup fluktuatif - mencatatkan kerugian sekitar 1 pips atau 0.01% berakhir pada level 101.07, setelah sempat uji tertinggi 101.28 dan terendah 100.93. Berikut adalah penutupan pasar matauang pada Rabu (8/7) pada pukul 04:00 WIB:
• AUDUSD : 0.69283 , +2 / +0.02%
• EURUSD : 1.14148 , +4 / +0.04%
• GBPUSD : 1.33851 , +29 / +0.21%
• NZDUSD : 0.56981 , +23 / +0.41%
• USDJPY : 162.467 , +38 / +0.24%
• USDCAD : 1.41718 , -26 / -0.19%
• USDCHF : 0.80820 , +0 / +0.00%
• USDCNH : 6.80522 , +22 / +0.03%
*Sentimen*
Pada Kamis (9/7) pasar akan terfokus laporan Klaim Pengangguran AS yang akan dirilis pada pukul 19:30 WIB dan Existing Home Sales AS pada pukul 21:00 WIB.
Harga emas rebound dari sesi terendah hariannya, namun masih bertahan dengan kerugian besar sepanjang hari akibat ketengangan geopolitik yang meningkat dan ekspektasi inflasi AS yang meningkat mencapai tertinggi sejak 2023.
Sejumlah serangan dan komentar Trump terkait Iran membawa Harga emas tertekan hingg terendah $4,040 per ons. Sementara Dolar AS bertahan diatas 101.
Harga minyak naik mencapai tertinggi $75.70 per ons, tertinggi dalam 3 minggu.
*Key Highlights*
- Dolar AS naik beriringan dengan kenaikan imbal hasil obligasi AS yang semakin menekan Harga emas karena ekspektasi kenaikan suku bunga the Fed.
- Imbal hasil obligasi 2Y,10Y dan 30Y AS kompak menguat masing-masing lebih dari 0.5%.
- Risalah pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) 16-17 Juni dirilis dengan Pemungutan suara bulat 12-0 untuk mempertahankan kisaran target pada 3.50% hingga 3.75%.
- Berdasarkan pantauan Fed Watch Tools, ekspektasi kenaikan suku bunga the Fed September meningkat dari 68% menjadi 69% dan 85% menjadi 87% untuk pertemuan Desember setelah FOMC.
- Gencatan senjata AS-Iran yang baru saja tercapai dalam hitungan hari kini berakhir, karena negosiasi gagal dan sejumlah aksi militer telah di lakukan.
- Baru-baru ini, AS telah memulai serangkaian serangan baru ke Iran, menghantam lebih dari 80 target di dalam dan sekitar Selat Hormuz hanya beberapa hari setelah perbaikan terbaru pada kesepakatan Versailles.
- Pada Kamis (9/7) pasar akan terfokus laporan Klaim Pengangguran AS yang akan dirilis pada pukul 19:30 WIB dan Existing Home Sales AS pada pukul 21:00 WIB.
*Market Movement*
Hingga akhir perdagangan Rabu (8/7), Harga emas diperdagangkan melemah - bertahan dibawah $4,100 per ons.
Dipasar spot, harga emas berakhir turun sekitar $30.20 atau 0.74% berakhir pada level $4,075.16 per ons.
Pada saat yang sama, emas berjangka kontrak Agustus berakhir turun sekitar $75.00 atau 1.80% berakhir pada level $4,082.40 per ons.
Harga minyak bergerak naik, menguat mencapai $75 per barel karena ketegangan geopolitik secara tak terduga meningkat. Berikut adalah penutupan Harga minyak pada Rabu (8/7) pada pukul 04:00 WIB:
• OIL (SPOT) : $74.42 , +$2.47 / +3.43%
• WTI : $73.52 , +$3.08 / +4.37%
• BRENT : $78.02 , +$3.86 / +5.20%
• NGAS : $3.1430 , -$0.060 / -1.87%
Indeks Dolar AS bergerak cukup fluktuatif - mencatatkan kerugian sekitar 1 pips atau 0.01% berakhir pada level 101.07, setelah sempat uji tertinggi 101.28 dan terendah 100.93. Berikut adalah penutupan pasar matauang pada Rabu (8/7) pada pukul 04:00 WIB:
• AUDUSD : 0.69283 , +2 / +0.02%
• EURUSD : 1.14148 , +4 / +0.04%
• GBPUSD : 1.33851 , +29 / +0.21%
• NZDUSD : 0.56981 , +23 / +0.41%
• USDJPY : 162.467 , +38 / +0.24%
• USDCAD : 1.41718 , -26 / -0.19%
• USDCHF : 0.80820 , +0 / +0.00%
• USDCNH : 6.80522 , +22 / +0.03%
*Sentimen*
Pada Kamis (9/7) pasar akan terfokus laporan Klaim Pengangguran AS yang akan dirilis pada pukul 19:30 WIB dan Existing Home Sales AS pada pukul 21:00 WIB.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar