Market Review : Emas Catatkan Kenaikan Mingguan Pertama Setelah 7 Minggu*
Harga emas melanjutkan penguatannya karena probabilitas kenaikan suku bunga bergerak melemah setelah data tenaga kerja AS menunjukkan perlambatan dalam penyerapan lapangan kerja baru selama periode Juni.
Harga emas naik setidaknya lebih dari 2% selama sepekan terakhir - menandai kenaikan mingguan pertama sejak kerugian dalam tujuh minggu berturut-turut.
*Key Highlights*
- Dolar AS terkoreksi selama sesi perdagangan Jumat (3/7) meskipun volatilitas pasar terbatas karena pasar Amerika libur selama hari Kemerdekaan.
- Dolar turun hanya sekitar 3 poin atau 0.03% berakhir pada level 100.84, setelah uji terendah 100.61 dan turun sekitar 0.6% selama satu minggu.
- Berdasarkan pantauan Fed Watch Tools, ekspektasi kenaikan suku bunga the Fed September melemah menjadi hanya 53% dan 76% untuk pertemuan Desember.
- Yen Jepang bergerak menguat terhadap Dolar, meninggalkan posisi terlemahnya sejak 40 tahun terakhir, karena pasar memanfaatkan pelemahan Dolar terhadap data Tenaga Kerja AS.
- Minggu ini, pasar akan terfokus pada komentar Member the Fed seputar prospek ekonomi dan kebijakan the Fed. Pasar akan menantikan Pembacaan risalah pertemuan FOMC pada Kamis dini (9/7).
*Market Movement*
Hingga akhir perdagangan Jumat (3/7), Harga emas diperdagangkan menguat - catatkan titik tertinggi mingguan pada $4,195.
Dipasar spot, harga emas berakhir naik sekitar $52.58 atau 1.28% berakhir pada level $4,174.81 per ons.
Harga minyak berakhir menguat, setelah sempat uji terendah mingguan pada $67 per barel. Pemulihan dipicu oleh pembicaraan antara AS dan Iran berakhir tanpa kemajuan yang berarti dan terus penuh ketidakpastian hingga akhir pekan. Berikut adalah penutupan Harga minyak pada Jumat (3/7) pada pukul 04:00 WIB:
• OIL (SPOT) : $68.69 , +$0.53 / +0.78%
• WTI : $68.69 , +$0.12 / +0.18% (2/7)
• BRENT : $72.12 , +$0.32 / +0.45%
• NGAS : $3.1700 , +$0.034 / +1.08%
Indeks Dolar AS turun, mencatatkan kerugian sekitar 3 pips atau 0.03% berakhir pada level 100.84, setelah sempat uji tertinggi 100.99 dan terendah 100.61. Berikut adalah penutupan pasar matauang pada Jumat (3/7) pada pukul 04:00 WIB:
• AUDUSD : 0.69369 , +17 / +0.24%
• EURUSD : 1.14311 , +0 / +0.00%
• GBPUSD : 1.33448 , +1 / +0.00%
• NZDUSD : 0.57068 , +10 / +0.18%
• USDJPY : 161.317 , +23 / +0.14%
• USDCAD : 1.42014 , +22 / +0.15%
• USDCHF : 0.80298 , -2 / -0.03%
• USDCNH : 6.78431 , -34 / -0.05%
*Sentimen*
Awal pekan ini, data PMI Service AS, Eropa dan Inggris akan dirilis. Sedangkan hingga sepekan kedepan, pasar akan terfokus pada komentar Member the Fed seputar prospek ekonomi dan kebijakan the Fed. Pasar akan menantikan Pembacaan risalah pertemuan FOMC pada Kamis dini (9/7).
Harga emas melanjutkan penguatannya karena probabilitas kenaikan suku bunga bergerak melemah setelah data tenaga kerja AS menunjukkan perlambatan dalam penyerapan lapangan kerja baru selama periode Juni.
Harga emas naik setidaknya lebih dari 2% selama sepekan terakhir - menandai kenaikan mingguan pertama sejak kerugian dalam tujuh minggu berturut-turut.
*Key Highlights*
- Dolar AS terkoreksi selama sesi perdagangan Jumat (3/7) meskipun volatilitas pasar terbatas karena pasar Amerika libur selama hari Kemerdekaan.
- Dolar turun hanya sekitar 3 poin atau 0.03% berakhir pada level 100.84, setelah uji terendah 100.61 dan turun sekitar 0.6% selama satu minggu.
- Berdasarkan pantauan Fed Watch Tools, ekspektasi kenaikan suku bunga the Fed September melemah menjadi hanya 53% dan 76% untuk pertemuan Desember.
- Yen Jepang bergerak menguat terhadap Dolar, meninggalkan posisi terlemahnya sejak 40 tahun terakhir, karena pasar memanfaatkan pelemahan Dolar terhadap data Tenaga Kerja AS.
- Minggu ini, pasar akan terfokus pada komentar Member the Fed seputar prospek ekonomi dan kebijakan the Fed. Pasar akan menantikan Pembacaan risalah pertemuan FOMC pada Kamis dini (9/7).
*Market Movement*
Hingga akhir perdagangan Jumat (3/7), Harga emas diperdagangkan menguat - catatkan titik tertinggi mingguan pada $4,195.
Dipasar spot, harga emas berakhir naik sekitar $52.58 atau 1.28% berakhir pada level $4,174.81 per ons.
Harga minyak berakhir menguat, setelah sempat uji terendah mingguan pada $67 per barel. Pemulihan dipicu oleh pembicaraan antara AS dan Iran berakhir tanpa kemajuan yang berarti dan terus penuh ketidakpastian hingga akhir pekan. Berikut adalah penutupan Harga minyak pada Jumat (3/7) pada pukul 04:00 WIB:
• OIL (SPOT) : $68.69 , +$0.53 / +0.78%
• WTI : $68.69 , +$0.12 / +0.18% (2/7)
• BRENT : $72.12 , +$0.32 / +0.45%
• NGAS : $3.1700 , +$0.034 / +1.08%
Indeks Dolar AS turun, mencatatkan kerugian sekitar 3 pips atau 0.03% berakhir pada level 100.84, setelah sempat uji tertinggi 100.99 dan terendah 100.61. Berikut adalah penutupan pasar matauang pada Jumat (3/7) pada pukul 04:00 WIB:
• AUDUSD : 0.69369 , +17 / +0.24%
• EURUSD : 1.14311 , +0 / +0.00%
• GBPUSD : 1.33448 , +1 / +0.00%
• NZDUSD : 0.57068 , +10 / +0.18%
• USDJPY : 161.317 , +23 / +0.14%
• USDCAD : 1.42014 , +22 / +0.15%
• USDCHF : 0.80298 , -2 / -0.03%
• USDCNH : 6.78431 , -34 / -0.05%
*Sentimen*
Awal pekan ini, data PMI Service AS, Eropa dan Inggris akan dirilis. Sedangkan hingga sepekan kedepan, pasar akan terfokus pada komentar Member the Fed seputar prospek ekonomi dan kebijakan the Fed. Pasar akan menantikan Pembacaan risalah pertemuan FOMC pada Kamis dini (9/7).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar