*Market Review : Emas Gagal Naik, Iran Serukan Minyak Menuju $200 per Barrel*
kedaitrader.com - Indeks Dolar AS berangsur pulih dari kerugian dalam tiga hari terakhir setelah inflasi AS dilaporkan naik sesuai dengan harapan pasar dan ketegangan geopolitik Iran-AS dan Israel terus berlanjut.
Penguatan Dolar kembali menekan harga emas dibawah $5,200 per ons ditambah dengan kekhawatiran krisis energi yang terus berlanjut. Pasar dibuat khawatir setelah Militer Iran berkomentar bahwa Dunia harus bersiap menghadapi harga minyak yang mencapai $200 per barrel.
Pasar emas, yang biasanya menguat di tengah ketidakpastian geopolitik dan inflasi, saat ini terus berada di bawah tekanan karena konflik di Timur Tengah dan lonjakan harga minyak mendorong Investor untuk menolak prospek penurunan suku bunga Federal Reserve.
Harga minyak mencatatkan kenaikan yang terbatas karena aspek positif dan negatif fundamental cukup berimbang. Konflik yang terus berlanjut memdorong harga minyak tetap tinggi namun kesepaktan EIA untuk melepaskan cadangan minyak, membatasi kenaikan harga.
*Key Highlights*
- Angka Inflasi konsumen di AS secara umum dilaporkan tetap tidak berubah. Pada tingkat tahunan, CPI dilaporkan naik sebesar 2,4% pada bulan Februari dan naik sebesar 0.2% pada tingkat bulanan.
- Imbal hasil obligasi Treasury AS meningkat karena investor khawatir tentang harga bahan bakar yang tinggi. Imbal hasil obligasi Treasury AS 10 tahun melonjak lebih dari 6 basis poin menjadi 4,218%.
- Berdasarkan pantauan Fed Watch Tools ekpektasi pemangkasan suku bunga pertama the Fed akan dilakukan pada September bergeser dari Juni dan Juli dengan probabilitas pada kisaran 59.4%. Peluang penurunan pada bulan Juni dan Juli, masing-masing berada di sekitar 37.3% dan 49.3%.
- Konflik AS-Iran akan memasuki hari ke-13 pada Kamis (12/3), Ketegangan sejauh ini masih tetap tinggi. Konflik tidak terlihat mereda, bahkan setelah Iran menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Ayatollah yang baru.
- Badan Energi Internasional (IEA) setuju untuk melepaskan lebih dari 400 juta barel cadangan minyak untuk meredam tekanan harga yang dipicu oleh penutupan Selat Hormuz.
- Iran mengatakan bahwa dunia harus bersiap untuk harga minyak mencapai $200 per barel, karena mereka terus menyerang kapal-kapal yang berlayar melalui Selat Hormuz.
- Pada Kamis (11/3), perhatian pasar akan terfokus pada Laporan Klaim PEngangguran, Neraca Perdagangan dan Data Perumahan AS.
*Market Movement*
Hingga penutupan perdagangan Rabu (11/3) pada pukul 04:00 WIB, harga emas berakhir melemah sebanyak $13.44 atau 0.26% berakhir pada level $5,176.53 per ons, setelah uji tertinggi $5,223 dan terendah $5,146.
Pada saat yang sama, Emas berjangka kontrak April diperdagangkan turun sebanyak $14.75 atau 0.28% berakhir pada level $5,183.95 per ons di Divisi Comex.
Pasar energi bergerak lebih stabil setelah bergejolak dalam satu minggu terakhir ditengah konflik Iran yang berkepanjangan, memicu ekonomi global terpuruk menuju krisis energi terburuk sejak 1970. Berikut adalah posisi harga minyak dan Gas pada penutupan Rabu (11/3) pukul 04:00 WIB,
• OIL (SPOT) : $87.28 , +$4.51 / +5.45%
• WTI : $88.37 , +$4.91 / +5.88%
• BRENT : $93.0000 , +$1.580 / +1.73%
• NGAS : $3.1960 , +$0.199 / +6.64%
Indeks Dolar AS pulih dari titik terendah mingguannya. Dolar diperdagangkan naik sekitar 44 pips atau 0.45% berakhir pada level 99.25.
Dipasar rival utama Dolar, sekeranjang matauang berisiko diperdagangkan campuran merespon ketidakpastian ekonomi global. Berikut adalah posisi matauang pada penutupan Rabu (11/3),
• AUDUSD : 0.71521 , +35 / +0.49%
• EURUSD : 1.15655 , -43 / -0.37%
• GBPUSD : 1.34107 , -7 / -0.05%
• NZDUSD : 0.59110 , -16 / -0.27%
• USDJPY : 158.410 , +36 / +0.23%
• USDCAD : 1.35904 , +15 / +0.11%
• USDCHF : 0.77989 , +19 / +0.24%
• USDCNH : 6.87550 , -31 / -0.05%
*Sentiment*
Pada Kamis (11/3), perhatian pasar akan terfokus pada Laporan Klaim PEngangguran, Neraca Perdagangan dan Data Perumahan AS.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar