*Market Review : Aksi Ambil Untung, Harga Emas Merosot $500*
kedaitrader.com - Harga group logam mulia melemah, dengan harga emas mengakhiri reli kenaikan selama delapan hari berturut-turut setelah bergerak liar seperti Rollercoaster turun sebanyak $500 dalam sehari dari puncak tertinggi sepanjang masa.
Investor terlihat tengah melakukan pengurangan risiko jangka pendek merespon hasil pertemuan the Fed yang mengakhiri pelongaran kebijakan moneternya memicu aksi jual besar-besaran terjadi hampir diseluruh pasar logam mulia, ekuitas, dan kripto.
*Key Highlights*
- Klaim Pengangguran AS dirilis naik sebanyak 209K minggu lalu, angka lebih banyak dari perkiraan pada 206K namun sedikit lebih rendah dari minggu sebelumnya pada 210K.
- Federal Reserve mempertahankan Target Suku Bunga Fed (FFTR) tidak berubah pada 3,50%–3,75% pada pertemuan Januari, sebuah keputusan yang sepenuhnya sesuai dengan ekspektasi pasar.
- Kebijakan the Fed saat ini, menandai pertama kalinya the Fed menahan suku bunga tidak berubah sejak Juli 2025.
- Selama perdagangan Kamis, fokus pasar global hanya tertuju pada Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, yang mengatakan di Truth Social bahwa Federal Reserve (Fed) harus menurunkan suku bunga secara substansial: "sekarang! Kita seharusnya membayar suku bunga lebih rendah daripada negara lain di dunia." Trump kembali menyerang Ketua Fed Jerome Powell, menyebutnya "terlambat Powell" dan mengklaim bahwa ia merugikan AS dan keamanan nasionalnya.
- Pada Kamis (29/1) Trump menyampaikan bahwa Calon pengganti Jerome Powell sebagai Ketua Federal Reserve akan diumumkan minggu depan.
- UBS menaikkan perkiraan harga emas menjadi $6.200 per troy ounce untuk bulan Maret, Juni, dan September, naik dari perkiraan sebelumnya sebesar $5.000. Meskipun demikian, pada akhir tahun, mereka memperkirakan harga emas batangan akan berakhir di sekitar $5.900.
- Shutdown AS akan kembali menjadi sorotan setelah Senate AS menolak untuk tetap membuka pemerintahan dengan hasil suara 45:55 jelang deadline Shutdown pada 31 Januari.
- Pada Jumat (30/1) data ekonomi AS akan menampilkan laporan Indeks Harga Produsen (PPI) Desember, PMI Chicago Fed, dan pidato oleh Gubernur Fed Michelle Bowman dan Presiden Fed St. Louis Alberto Musalem.
*Market Movement*
Meningkatnya volatilitas pasar keuangan global memicu aksi jual pada harga emas dan kelompok komoditas logam lainnya.
Pada Kamis (29/1), harga emas (spot) berakhir dengan kerugian tipis setelah bergejolak selebar $500 dalam sehari. Emas (spot) ditutup turun sebanyak $37.43 atau 0.69% berakhir pada level $5,377.03 per ons, setelah uji tertinggi $5,597 dan terendah $5,098.
Pada saat yang sama, Emas berjangka kontrak April diperdagangkan turun sebanyak $36.85 atau 0.68% berakhir pada $5,411.15 per ons di Divisi Comex.
Indeks Dolar AS bergejolak - tercatat melemah sekitar 18 pips atau 0.18% pada level 96.01.
Dipasar rival utama Dolar, sekeranjang matauang berisiko diperdagangkan sangat volatile sebelum berakhir datar, ditengah pemulihan Dolar. Berikut adalah posisi matauang pada penutupan Kamis , 29 Januari 2026,
• AUDUSD : 0.70483 , +8 / +0.12%
• EURUSD : 1.19697 , +17 / +0.14%
• GBPUSD : 1.38089 , +2 / +0.02%
• NZDUSD : 0.60783 , -20 / -0.32%
• USDJPY : 153.081 , -29 / -0.19%
• USDCAD : 1.34881 , -54 / -0.40%
• USDCHF : 0.76408 , -42 / -0.55%
• USDCNH : 6.94840 , +20 / +0.03%
*Sentiment*
- Pada Jumat (30/1) data ekonomi AS akan menampilkan laporan Indeks Harga Produsen (PPI) Desember, PMI Chicago Fed, dan pidato oleh Gubernur Fed Michelle Bowman dan Presiden Fed St. Louis Alberto Musalem.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar