Market Review : Reli Dolar Berakhir, Susul Pergerakkan Luar Biasa Yen dan Yuan

Market Review : Reli Dolar Berakhir, Susul Pergerakkan Luar Biasa Yen dan Yuan

kedaitrader.com - Reli Dolar berakhir dengan kerugian tajam selama sesi perdagangan awal pekan setelah Yen Jepang menguat ke level terkuatnya dalam sepekan menyusul intervensi verbal Ueda dan setelah PBoC melakukan intervensi terhadap Yuan dengan menetapkan nilai tukar yang lebih kuat terhadap Dolar AS.

Yen Jepang (JPY) menguat terhadap semua matauang G10 sebagai reaksi terhadap pernyataan hawkish Gubernur Bank of Japan Kazuo Ueda, yang mengisyaratkan kemungkinan kenaikan suku bunga.

Dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Yomiuri yang diterbitkan pada hari Sabtu, Ueda mengatakan bahwa mengakhiri suku bunga negatif adalah salah satu pilihan yang tersedia jika BoJ yakin bahwa harga dan upah akan terus naik secara berkelanjutan.

Disisi lain, PBoC mengadakan pertemuan di Beijing mengenai pasar Valas untuk menguraikan strategi FX guna menghindari spekulasi mengenai melemahnya Yuan> Yuan ditetapkan pada 7,2148 USD/CNY yang diharapkan sebesar 7,3391 USD/CNY.

Dipasar matauang berisiko dua peristiwa ini, membantu pasar bergerak lebih tinggi dengan volatilitas yang sangat besar meski tidak adanya banyak data berita fundamental.

• AUDUSD : 0.6429 , +0.86%
• EURUSD : 1.0748 , +0.47%
• GBPUSD : 1.2507 , +0.36%
• NZDUSD : 0.5918 , +0.64%
• USDJPY : 146.57 , -0.82%
• USDCAD : 1.3573 , -0.48%
• USDCHF : 0.8908 , -0.23%
• USDCNH : 7.2971 , -0.85%

*Emas*

Harga emas bergerak menguat mencapai level tertinggi hariannya pada $1,930 per ons, sebelum akhirya berakhir dikisaran $1,922 per ons karena investor kembali terfokus pada fundamental dasar tentang suku bunga dan inflasi AS jelang data CPI AS pekan ini.

Selama sesi Asia, harga emas berhasil dibuka menguat karena penguatan tajam Yen Jepang terhadap Dolar setelah komentar hawkish Gubernur Bank of Japan Kazuo Ueda, yang mengisyaratkan kemungkinan kenaikan suku bunga.

Namun memasuki sesi perdagangan Amerika semalam, emas nampak mulai terbebani dan hanya bergerak pada kisaran yang ada menyusul menguatnya imbal hasil obligasi AS yang mencerminkan kuatnya harapan suku bunga AS akan bertahan dilevel tertinggi saat ini.

Dipasar spot, harga emas ditutup menguat hanya sekitar $3.65 atau 0.1% pada level $1,922.09 per ons, sedangkan Emas berjangka kontrak Desember menguat sekitar $2.70 atau 0.14% pada level $1,945.40 per ons di Divisi Comex.

*Minyak*

Harga minyak mentah dunia diperdagangkan sangat volatile selama sesi perdagangan awal pekan ini (11/9), sebelum akhirnya berakhir datar karena investor kembali menanti apa yang dapat menggerakkan pasar setelah pengurangan prosuksi Arab Saudi dan Rusia.

Sementara itu, harga minyak juga nampak diuntungkan dari peristiwa badai dan banjir di Lybia Timur, yang memicu penutupan empat pelabuhan ekspor minyak utama Lybia sejak Sabtu.

• OIL (SPOT) : $86.73 , +$0.10 / +0.12%
• WTI : $87.32 ,  -$0.19 /  -0.22%
• BRENT : $90.64 ,  -$0.01 /  -0.01%

*Sentimen*

Selama sesi perdagangan Selasa (12/9), fokus utama pasar akan kembali terfokus pada perkembangan pergerakan luar biasa Dolar AS, Yen Jepang dan Yuan Tingkok. Disisi lain, pasar akan melihat hasil laporan data tenaga kerja Inggris dan Economics Sentimen Eropa.






--

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages