Market Review : Sesuai Harapan Pasar, The Fed Tetapkan Suku Bunga 'Tidak Berubah'
kedaitrader.com - Indeks Dolar AS berakhir melemah namun berhasil rebound dari sesi terendah hariannya pada 102.66 setelah Federal Reserves AS mempertahankan suku bunga acuan tetap pada level 5.25% namun memberikan signal hawkish.
Federal Reserves AS mengisyaratkan bahwa mereka condong untuk menaikkannya bulan depan jika ekonomi dan inflasi tidak lebih dingin. Pertemuan FOMC berikutnya dijadwalkan akan dilakukan pada 26 Juli.
Hingga akhir perdagangan Rabu (14/6), Dolar berakhir melemah sekitar 27 poin atau 0.26% pada level 103.02, setelah capai terendah 102.66 setelah serangkaian laporan inflasi produsen AS dirilis melambat 5 jam sebelum pertemuan FOMC dimulai.
• US Core PPI (YoY) (May), 2.8% (A) vs. 2.9% (F) vs. 3.2% (P)
• US Core PPI (MoM) (May), 0.2% (A) vs. 0.2% (F) vs. 0.2% (P)
• US PPI (MoM) (May), -0.3% (A) vs. -0.1% (F) vs. 0.2% (P)
• US PPI (YoY) (May), 1.1% (A) vs. 1.5% (A) vs. 2.3% (P)
Harga emas berangsur melemah dari sesi tertinggi hariannya merespon pulihnya Dolar setelah Federal Reserves AS mempertahankan suku bunga tetap pada level saat ini.
Harga emas kembali pada posisi awal perdagangan Asia, setelah melihat dan mendengar komentar the Fed yang masih melihat dan megharapkan kenaikan suku bunga lainnya jika ekonomi masih lemah dan inflasi belum kembali turun.
Berdasarkan pantauan Fed Watch Tools, peluang kenaikan suku bunga 25bps pada pertemuan Juli berada pada kisaran 64.5%. Dengan tidak adanya harapan penurunan suku bunga pada pertemuan Juli.
Dipasar spot, harga emas berakhir melemah hanya sekitar $1.72 atau 0.09% pada level $1,941.88 per ons, setelah capai tertinggi $1,960 dan terendah $1,939. Sementara emas berjangka kontrak Agustus naik sebanyak $10.30 atau 0.53% pada level $1,973.90 per ons di Divisi Comex.
Harga minyak mentah dunia kembali terkoreksi menghapus keuntungan selama sesi Asia dan Eropa setelah laporan persediaan minyak mentah AS oleh Energy Information Administration (EIA) dirilis naik 7.9 juta barel dalam sepekan terakhir.
Laporan dirilis jauh diatas perkiraan dan data sebelumnya pada 1.482 juta barel (F) dan -451.000 barel (P). Dipasar spot, harga minyak berakhir melemah sebanyak 57 sen atau 0.82% pada level $68.78 per barel, setelah capai tertinggi $70.61 dan terendah $68.23.
Minyak mentah berjangka WTI AS anjlok sekitar $1.15 atau 1.66% pada level $68.27 per barel, turun dari tertinggi $70.49. Sementara minyak mentah berjangka Brent London turun sebanyak $1.09 atau 1.47% pada level $73.20 per barel.
Pasar saham Amerika berakhir campuran selama sesi perdagangan Rabu (14/6), dengan indeks Dow Jones berakhhir melemah - sementara indeks S&P dan Nasdaq berakhir naik tipis ditengah spekulasi kenaikan suku bunga pada pertemuan Juli mendatang, setelah Fed mencoba menahan suku bunga tetap pada level 5.25% pada pertemuan Juni.
Dow Jones berakhir turun sekitar 232.79 poin atau 0.68% pada level 33,979.33. Sedangkan S&P500 dan Nasdaq masing-masing turun sebanyak 0.08% dan 0.39% pada level 4,372.59 dan 13,626.48.
Imbal hasil obligasi 2tahun AS yang sangat sensitif dengan perubahan suku bunga the Fed berbalik menguat setelah peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan berikutnya kembali meningkat. Yield obligasi 2tahun AS berakhir naik sekitar 0.79% pada kisaran 4.7070%, setelah sempat anjlok 1.22% sebelum pertemuan FOMC dirilis.
Pasangan EUR/USD menguat selama sesi perdagangan Rabu (14/6) merespon pelemahan Dolar dan ditengah antisipasi pasar jelang pertemuan ECB hari ini. EUR/USD berakhir menguat sekitar 37 poin atau 0.34% berada pada level 1.08291, setelah capai tertinggi 1.08638.
GBP/USD berakhir menguat sekitar 51 poin atau 0.40% berada pada level 1.26605, setelah capai tertinggi 1.26987 merespon laporan GDP Inggris yang tercatat naik 0.2%, lebih baik dari sebelumnya yang turun 0.3%.
Sementara itu, USD/JPY terus diperdagangkan di kisaran 140.40 dan 138.80. Hingga akhir sesi perdagangan Amerika, USD/JPY berakhir pada level 140.071, turun sekitar 14 poin atau 0.10%.
Memasuki sesi perdagangan Kamis (15/6), fokus utama pasar global akan tergeser dari The Fed ke pertemuan Bank Sentral Eropa yang akan dirilis hari ini pada pukul 19:15 WIB.
Diawal sesi Asia hari ini, pasar akan terfokus pada laporan Neraca perdagangan Jepang (06:50 WIB), Laporan Tenaga Kerja Australia (8:30 WIB) dan laporan penjualan ritel China (9:00 WIB). Di sesi Amerika, laporan Klaim Pengangguran dan Penjualan Ritel AS akan dirilis pada pukul 19:30 WIB.
--
kedaitrader.com - Indeks Dolar AS berakhir melemah namun berhasil rebound dari sesi terendah hariannya pada 102.66 setelah Federal Reserves AS mempertahankan suku bunga acuan tetap pada level 5.25% namun memberikan signal hawkish.
Federal Reserves AS mengisyaratkan bahwa mereka condong untuk menaikkannya bulan depan jika ekonomi dan inflasi tidak lebih dingin. Pertemuan FOMC berikutnya dijadwalkan akan dilakukan pada 26 Juli.
Hingga akhir perdagangan Rabu (14/6), Dolar berakhir melemah sekitar 27 poin atau 0.26% pada level 103.02, setelah capai terendah 102.66 setelah serangkaian laporan inflasi produsen AS dirilis melambat 5 jam sebelum pertemuan FOMC dimulai.
• US Core PPI (YoY) (May), 2.8% (A) vs. 2.9% (F) vs. 3.2% (P)
• US Core PPI (MoM) (May), 0.2% (A) vs. 0.2% (F) vs. 0.2% (P)
• US PPI (MoM) (May), -0.3% (A) vs. -0.1% (F) vs. 0.2% (P)
• US PPI (YoY) (May), 1.1% (A) vs. 1.5% (A) vs. 2.3% (P)
- Emas
Harga emas berangsur melemah dari sesi tertinggi hariannya merespon pulihnya Dolar setelah Federal Reserves AS mempertahankan suku bunga tetap pada level saat ini.
Harga emas kembali pada posisi awal perdagangan Asia, setelah melihat dan mendengar komentar the Fed yang masih melihat dan megharapkan kenaikan suku bunga lainnya jika ekonomi masih lemah dan inflasi belum kembali turun.
Berdasarkan pantauan Fed Watch Tools, peluang kenaikan suku bunga 25bps pada pertemuan Juli berada pada kisaran 64.5%. Dengan tidak adanya harapan penurunan suku bunga pada pertemuan Juli.
Dipasar spot, harga emas berakhir melemah hanya sekitar $1.72 atau 0.09% pada level $1,941.88 per ons, setelah capai tertinggi $1,960 dan terendah $1,939. Sementara emas berjangka kontrak Agustus naik sebanyak $10.30 atau 0.53% pada level $1,973.90 per ons di Divisi Comex.
- Minyak
Harga minyak mentah dunia kembali terkoreksi menghapus keuntungan selama sesi Asia dan Eropa setelah laporan persediaan minyak mentah AS oleh Energy Information Administration (EIA) dirilis naik 7.9 juta barel dalam sepekan terakhir.
Laporan dirilis jauh diatas perkiraan dan data sebelumnya pada 1.482 juta barel (F) dan -451.000 barel (P). Dipasar spot, harga minyak berakhir melemah sebanyak 57 sen atau 0.82% pada level $68.78 per barel, setelah capai tertinggi $70.61 dan terendah $68.23.
Minyak mentah berjangka WTI AS anjlok sekitar $1.15 atau 1.66% pada level $68.27 per barel, turun dari tertinggi $70.49. Sementara minyak mentah berjangka Brent London turun sebanyak $1.09 atau 1.47% pada level $73.20 per barel.
- Saham & Obligasi
Pasar saham Amerika berakhir campuran selama sesi perdagangan Rabu (14/6), dengan indeks Dow Jones berakhhir melemah - sementara indeks S&P dan Nasdaq berakhir naik tipis ditengah spekulasi kenaikan suku bunga pada pertemuan Juli mendatang, setelah Fed mencoba menahan suku bunga tetap pada level 5.25% pada pertemuan Juni.
Dow Jones berakhir turun sekitar 232.79 poin atau 0.68% pada level 33,979.33. Sedangkan S&P500 dan Nasdaq masing-masing turun sebanyak 0.08% dan 0.39% pada level 4,372.59 dan 13,626.48.
Imbal hasil obligasi 2tahun AS yang sangat sensitif dengan perubahan suku bunga the Fed berbalik menguat setelah peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan berikutnya kembali meningkat. Yield obligasi 2tahun AS berakhir naik sekitar 0.79% pada kisaran 4.7070%, setelah sempat anjlok 1.22% sebelum pertemuan FOMC dirilis.
- Matauang
Pasangan EUR/USD menguat selama sesi perdagangan Rabu (14/6) merespon pelemahan Dolar dan ditengah antisipasi pasar jelang pertemuan ECB hari ini. EUR/USD berakhir menguat sekitar 37 poin atau 0.34% berada pada level 1.08291, setelah capai tertinggi 1.08638.
GBP/USD berakhir menguat sekitar 51 poin atau 0.40% berada pada level 1.26605, setelah capai tertinggi 1.26987 merespon laporan GDP Inggris yang tercatat naik 0.2%, lebih baik dari sebelumnya yang turun 0.3%.
Sementara itu, USD/JPY terus diperdagangkan di kisaran 140.40 dan 138.80. Hingga akhir sesi perdagangan Amerika, USD/JPY berakhir pada level 140.071, turun sekitar 14 poin atau 0.10%.
- Sentimen
Memasuki sesi perdagangan Kamis (15/6), fokus utama pasar global akan tergeser dari The Fed ke pertemuan Bank Sentral Eropa yang akan dirilis hari ini pada pukul 19:15 WIB.
Diawal sesi Asia hari ini, pasar akan terfokus pada laporan Neraca perdagangan Jepang (06:50 WIB), Laporan Tenaga Kerja Australia (8:30 WIB) dan laporan penjualan ritel China (9:00 WIB). Di sesi Amerika, laporan Klaim Pengangguran dan Penjualan Ritel AS akan dirilis pada pukul 19:30 WIB.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar