Gold Review : Harga Emas Rally Tajam, Capai Tertinggi 7 Bulan
kedaitrader.com - Harga emas mengakhiri perdagangan Selasa (3/1) dengan keuntungan yang cukup signifikan - menguat bersama dengan rival utamanya (Dolar) karena sama-sama mendapatkan dukungan safehaven ditengah kondisi ekonomi yang tidak menentu dan diselimuti oleh ketakutan resesi.
Sejak dibuka kembali setelah libur panjang tahun baru, harga emas diperdagangkan dengan lonjakan yang cukup signifkan ditengah kekhawatiran tentang varian baru Covid19 di China. Baru-baru ini China melaporkan rekor baru dalam jumlah kasus meninggal (Harian) akibat covid19. Hal ini, mendorong investor khawatir akan penyebaran kasus covid yang lebih besar dan cepat setelah China melonggarkan kebijakan zero Covid belakangan ini.
Dipasar spot, harga emas ditutup menguat sebanyak $15.52 atau 0.84% berakhir pada level $1,839.02 per ons,setelah uji tertinggi $1,849.95 dan terendah $1,823.76. Emas berjangka kontrak Februari melemah sekitar $19.50 atau 1.06% (05:00 WIB) berada pada level $1,845.70 per ons di Divisi Comex.
Harga minyak mentah dunia diperdagangkan anjlok selama sesi Selasa setelah mencoba bertahan dikisaran $80 per barel disesi Asia. Harga minyak runtuh karena meningkatnya kekhawatiran tengan prospek permintaan yang akan semakin berkurang dari Cina, ketika negara tersebut bertempur dengan kasus-kasus Covid-19. Selain itu, meningkatnya kekhawatiran akan resesi di seluruh dunia juga semakin menekan harga minyak.
Dipasar spot, harga minyak ditutup melemah sebanyak $3.30 atau 4.27% berakhir pada level $77.21 per barel, setelah capai tertinggi $81.48 dan terendah $76.61. Minyak mentah berjangka WTI AS anjlok sebanyak $3.10 atau 4.02% berada pada level $77.16 per barel. Sementara minyak mentah berjangka Brent London turun sekitar $1.36 atau 1.66% berakhir pada level $82.10 per barel.
Memasuki sesi perdagangan Rabu (4/1), pasar global akan terfokus pada perkembangan kasus covid19 di China. Hingga sesi perdagangan Amerika malam nanti, fokus pasar global akan tertuju pada pembacaan risalah pertemuan FOMC Desember dan potensi pembacaan outlook ekonomi oleh bank sentral selama 2023. Risalah tersebut akan dirilis pada pukul 02:00 WIB.
Dari jadwal data ekonomi, pasar hanya akan terfokus pada laporan Services PMI Eropa pukul 16:00 WIB dan ISM Manufacturing PMI AS pada pukul 22:00 WIB.
--
Sejak dibuka kembali setelah libur panjang tahun baru, harga emas diperdagangkan dengan lonjakan yang cukup signifkan ditengah kekhawatiran tentang varian baru Covid19 di China. Baru-baru ini China melaporkan rekor baru dalam jumlah kasus meninggal (Harian) akibat covid19. Hal ini, mendorong investor khawatir akan penyebaran kasus covid yang lebih besar dan cepat setelah China melonggarkan kebijakan zero Covid belakangan ini.
Dipasar spot, harga emas ditutup menguat sebanyak $15.52 atau 0.84% berakhir pada level $1,839.02 per ons,setelah uji tertinggi $1,849.95 dan terendah $1,823.76. Emas berjangka kontrak Februari melemah sekitar $19.50 atau 1.06% (05:00 WIB) berada pada level $1,845.70 per ons di Divisi Comex.
Harga minyak mentah dunia diperdagangkan anjlok selama sesi Selasa setelah mencoba bertahan dikisaran $80 per barel disesi Asia. Harga minyak runtuh karena meningkatnya kekhawatiran tengan prospek permintaan yang akan semakin berkurang dari Cina, ketika negara tersebut bertempur dengan kasus-kasus Covid-19. Selain itu, meningkatnya kekhawatiran akan resesi di seluruh dunia juga semakin menekan harga minyak.
Dipasar spot, harga minyak ditutup melemah sebanyak $3.30 atau 4.27% berakhir pada level $77.21 per barel, setelah capai tertinggi $81.48 dan terendah $76.61. Minyak mentah berjangka WTI AS anjlok sebanyak $3.10 atau 4.02% berada pada level $77.16 per barel. Sementara minyak mentah berjangka Brent London turun sekitar $1.36 atau 1.66% berakhir pada level $82.10 per barel.
Memasuki sesi perdagangan Rabu (4/1), pasar global akan terfokus pada perkembangan kasus covid19 di China. Hingga sesi perdagangan Amerika malam nanti, fokus pasar global akan tertuju pada pembacaan risalah pertemuan FOMC Desember dan potensi pembacaan outlook ekonomi oleh bank sentral selama 2023. Risalah tersebut akan dirilis pada pukul 02:00 WIB.
Dari jadwal data ekonomi, pasar hanya akan terfokus pada laporan Services PMI Eropa pukul 16:00 WIB dan ISM Manufacturing PMI AS pada pukul 22:00 WIB.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar