Commodity Outlook : Harga Emas Menguat, Manfaatkan Pelemahan Dolar
kedaitrader.com - Harga emas kembali bergerak pada kiasaran $1,780 per ons pada perdagangan Rabu (7/12),memanfaatkan pelemahan Dolar ditengah minimnya data ekonomi. Dukungan lain datang dari pelemahan imbal hasil obligasi AS karena kekhawatiran terkait pertumbuhan ekonomi global dan ketidakpastian menjelang keputusan kebijakan moneter Federal Reserve AS.
Dipasar spot, harga emas ditutup menguat sebanyak $15.21 atau 0.85% berakhir pada level $1,785.91 per ons, setelah uji terendah $1,768 dan tertinggi $1,790. Sedangkan emas berjangka kontrak Februari sebagai kontrak teraktif saat ini ditutup menguat sekitar $16.30 atau 0.91% berada pada level $1,798.70 per ons di Divisi Comex.
Harga minyak mentah kembali diperdagangkan melemah tajam pada perdagangan Rabu (6/12) - catatkan level terendah baru sejak satu tahun terakhir setelah pasar melihat hasil laporan Neraca Perdagangan China yang berada jauh dibawah perkiraan pasar.
China sebagai negara komsumen terbesar komoditas, mencatakan Neraca Perdagangan November membukukan surplus $69,84 miliar, karena ekspor turun 8,7%, sementara impor turun 1,1%. Angka-angka buruk memperburuk kekhawatiran tentang kemajuan ekonomi global.
Dipasar spot, harga minyak ditutup melemah sebanyak $2.11 atau 2.92% berakhir pada level $72.38 per barel, setelah uji tertinggi $75.38 dan terendah $71.77. Minyak mentah berjangka WTI AS ditutup turun sebanyak 3.11% atau $2.24 berakhir level $72.01 per barel. Sedangkan Brent Crude London berakhir melemah pada $77.17 per barel - turun sekitar 2.82% atau $2.18.
Memasuki sesi perdagangan hari ini, fokus pasar global akan tertuju pada laporan GDP Jepang pada pukul 06:20 WIB dan Laporan Klaim Pengangguran AS pada pukul 20:30 WIB.
--
Dipasar spot, harga emas ditutup menguat sebanyak $15.21 atau 0.85% berakhir pada level $1,785.91 per ons, setelah uji terendah $1,768 dan tertinggi $1,790. Sedangkan emas berjangka kontrak Februari sebagai kontrak teraktif saat ini ditutup menguat sekitar $16.30 atau 0.91% berada pada level $1,798.70 per ons di Divisi Comex.
Harga minyak mentah kembali diperdagangkan melemah tajam pada perdagangan Rabu (6/12) - catatkan level terendah baru sejak satu tahun terakhir setelah pasar melihat hasil laporan Neraca Perdagangan China yang berada jauh dibawah perkiraan pasar.
China sebagai negara komsumen terbesar komoditas, mencatakan Neraca Perdagangan November membukukan surplus $69,84 miliar, karena ekspor turun 8,7%, sementara impor turun 1,1%. Angka-angka buruk memperburuk kekhawatiran tentang kemajuan ekonomi global.
Dipasar spot, harga minyak ditutup melemah sebanyak $2.11 atau 2.92% berakhir pada level $72.38 per barel, setelah uji tertinggi $75.38 dan terendah $71.77. Minyak mentah berjangka WTI AS ditutup turun sebanyak 3.11% atau $2.24 berakhir level $72.01 per barel. Sedangkan Brent Crude London berakhir melemah pada $77.17 per barel - turun sekitar 2.82% atau $2.18.
Memasuki sesi perdagangan hari ini, fokus pasar global akan tertuju pada laporan GDP Jepang pada pukul 06:20 WIB dan Laporan Klaim Pengangguran AS pada pukul 20:30 WIB.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar