kedaitrader.com - Harga emas anjlok dari sesi tertinggi $1,820 per ons pada sesi perdagangan Kamis (22/12), setelah Dolar rebound dari sesi terendah hariannya paska serangkaian data ekonomi AS yang dirilis dengan hasil yang sangat baik. Diantaranya :
• US GDP (QoQ) (Q3), 3.20% (A) vs. 2.9% (F) vs. 2.9% (P)
• US Initial Jobless Claims, 216K (A) vs. 225K (F) vs. 211K (P)
• US PCE Prices (Q3), 4.30% (A) vs. 4.3% (P)
• US COre PCE Prices (Q3), 4.70% (A) vs. 4.60% (F) vs. 4.6% (P)
Dipasar spot, harga emas ditutup melemah sebanyak $21.79 atau 1.22% berakhir pada level $1,792.21 per ons, setelah uji tertinggi $1,820 dan terendah $1,784. Sedangkan emas berjangka kontrak Februari berakhir melemah sebanyak $30.10 atau 1.68% berakhir pada level $1,795.30 per ons di Divisi Comex.
Dipasar komoditas lainnya, Harga minyak mentah dunia berakhir datar, setelah sempat menguat uji tertinggi $79.87 per barel merespon berita positif dari China - karena pemerintah setempat mengumumkan akan melonggarkan pembatasan karantina perjalanan bagi orang asing mulai bulan depan.
Disisi lain, penguatan Dolar kembali membarikan tekanan pada harga minyak karena berdenominikan Dolar.
Dipasar spot, harga minyak ditutup melemah sekitar 22 sen atau 0.28% berakhir pada level $78.18 per barel, setelah uji tertinggi $79.87 dan terendah $77.02. Minyak mentah berjangka WTI AS turun sekitar 80 sen atau 1.03% berakhir pada level $77.49 per barel. Minyak mentah berjangka Brent London turun sekitar $53 sen atau 0.65% berakhir pada level $81.67 per barel.
• US GDP (QoQ) (Q3), 3.20% (A) vs. 2.9% (F) vs. 2.9% (P)
• US Initial Jobless Claims, 216K (A) vs. 225K (F) vs. 211K (P)
• US PCE Prices (Q3), 4.30% (A) vs. 4.3% (P)
• US COre PCE Prices (Q3), 4.70% (A) vs. 4.60% (F) vs. 4.6% (P)
Dipasar spot, harga emas ditutup melemah sebanyak $21.79 atau 1.22% berakhir pada level $1,792.21 per ons, setelah uji tertinggi $1,820 dan terendah $1,784. Sedangkan emas berjangka kontrak Februari berakhir melemah sebanyak $30.10 atau 1.68% berakhir pada level $1,795.30 per ons di Divisi Comex.
Dipasar komoditas lainnya, Harga minyak mentah dunia berakhir datar, setelah sempat menguat uji tertinggi $79.87 per barel merespon berita positif dari China - karena pemerintah setempat mengumumkan akan melonggarkan pembatasan karantina perjalanan bagi orang asing mulai bulan depan.
Disisi lain, penguatan Dolar kembali membarikan tekanan pada harga minyak karena berdenominikan Dolar.
Dipasar spot, harga minyak ditutup melemah sekitar 22 sen atau 0.28% berakhir pada level $78.18 per barel, setelah uji tertinggi $79.87 dan terendah $77.02. Minyak mentah berjangka WTI AS turun sekitar 80 sen atau 1.03% berakhir pada level $77.49 per barel. Minyak mentah berjangka Brent London turun sekitar $53 sen atau 0.65% berakhir pada level $81.67 per barel.
Memasuki sesi perdagangan Jumat (23/12), pasar global diperkiraka akan diperdagangkan pada kisaran yang sempit karena memasuki sesi akhir jelang libur natal 2022. Pasar Inggris akan ditutup lebih awal hari ini pada pukul 17:30 WIB. Disesi perdagangan Amerika, beberapa data akan dirilis diantaranya : PCE Price Index, Personal Spending, Personal Income pada pukul 20:30 WIB dan New Home Sales pada pukul 22:00 WIB.
--

Tidak ada komentar:
Posting Komentar