Forex Review : Dukungan Safe Haven, Dorong Dolar Uji Tertinggi 4 Bulan
kedaitrader.com - Dolar ditutup pada level tertinggi dalam 4 bulan diperdagangan Selasa (17/8) meski laporan Penjualan Ritel AS dirilis mengecewakan selama periode Juli.
Dolar kembali menjadi incaran investor sebagai aset safe haven yang lebih liquid dibandingkan emas karena diuntungkan dari konflik yang terjadi di Afghanistan dan penyebaran varian Delta virus korona yang terus melonjak diberbagai Negara.
Dolar ditutup menguat sebanyak 51 poin atau 0.55% berakhir pada level 93.14, setelah sempat diperdagangkan hingga serendah 92.60.
Dipasar mata uang rival utamanya, EUR/USD ditutup melemah tajam - turun sebanyak 67 poin atau 0.57% berakhir pada level 1.1706. Penurunan pada Euro diperkuat oleh laporan GDP (Q2) Eropa yang dilaporkan naik hanya sebesar 13.6%, lebih rendah dari kuartal ke-2 tahun lalu pada 13.7%.
GBP/USD ditutup melemah sebanyak 100 poin atau 0.73% berakhir pada level 1.3740 , terendah sejak 22 Juli. Tekanan kuat dari pergerakkan dolar menekan hampis seluruh pasar rival utamanya - tak terkecuali Sterling meski laporan tenaga kerja Inggris dilaporkan membaik selama kuartal ke-2 tahun ini.
AUD/USD ditutup melemah sebanyak 88 poin atau 1.21% berakhir pada level 0.7245, uji level terendah sejak November 2020 lalu. Aussie diperdagangkan melemah bersamaan dengan pelemahan harga minyak karena reiko pemulihan ekonomi yang kehilangan momentum karena penyebaran virus korona yang terus meningkat.
Memasuki sesi perdagangan hari ini, pasar Aussie akan terfokus pada pertemuan Bank Sentral New Zealand yang diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 25bps menjadi 0.50%. Jika sesuai perkiraan pasar, maka AUD/USD berpotensi rebound bersamaan dengan penguatan NZD/USD.
Secara global, pasar akan terfokus pada pertemuan pembacaan Risalah FOMC bulan lalu yang akan dirilis pada Kamis dini hari pukul 01.00 WIB.
--
kedaitrader.com - Dolar ditutup pada level tertinggi dalam 4 bulan diperdagangan Selasa (17/8) meski laporan Penjualan Ritel AS dirilis mengecewakan selama periode Juli.
Dolar kembali menjadi incaran investor sebagai aset safe haven yang lebih liquid dibandingkan emas karena diuntungkan dari konflik yang terjadi di Afghanistan dan penyebaran varian Delta virus korona yang terus melonjak diberbagai Negara.
Dolar ditutup menguat sebanyak 51 poin atau 0.55% berakhir pada level 93.14, setelah sempat diperdagangkan hingga serendah 92.60.
Dipasar mata uang rival utamanya, EUR/USD ditutup melemah tajam - turun sebanyak 67 poin atau 0.57% berakhir pada level 1.1706. Penurunan pada Euro diperkuat oleh laporan GDP (Q2) Eropa yang dilaporkan naik hanya sebesar 13.6%, lebih rendah dari kuartal ke-2 tahun lalu pada 13.7%.
GBP/USD ditutup melemah sebanyak 100 poin atau 0.73% berakhir pada level 1.3740 , terendah sejak 22 Juli. Tekanan kuat dari pergerakkan dolar menekan hampis seluruh pasar rival utamanya - tak terkecuali Sterling meski laporan tenaga kerja Inggris dilaporkan membaik selama kuartal ke-2 tahun ini.
AUD/USD ditutup melemah sebanyak 88 poin atau 1.21% berakhir pada level 0.7245, uji level terendah sejak November 2020 lalu. Aussie diperdagangkan melemah bersamaan dengan pelemahan harga minyak karena reiko pemulihan ekonomi yang kehilangan momentum karena penyebaran virus korona yang terus meningkat.
Memasuki sesi perdagangan hari ini, pasar Aussie akan terfokus pada pertemuan Bank Sentral New Zealand yang diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 25bps menjadi 0.50%. Jika sesuai perkiraan pasar, maka AUD/USD berpotensi rebound bersamaan dengan penguatan NZD/USD.
Secara global, pasar akan terfokus pada pertemuan pembacaan Risalah FOMC bulan lalu yang akan dirilis pada Kamis dini hari pukul 01.00 WIB.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar