Analisa Emas - 15 Januari 2015

kedaitrader.com - Harga emas menyelesaikan sesi perdagangan Rabu (14/1) dengan kerugian tipis – meski  sempat kembali menguji level $1,244 setelah pasar saham AS diperdagangan anjlok diawal sesi perdagangan menyusul buruknya data penjualan retail AS dan hasil laporan keuangan dari sector perbankan yang dirilis dengan hasil yang tidak terlalu baik.

Harga emas spot ditutup turun sebesar $1.80 atau 0.15% berakhir pada $1,229.10 per troy ounce, setelah sebelumnya sempat diperdagangkan hingga setinggi $1,244.250 dan serendah $1,224.880. Dalam sepekan lalu, Emas catatkan keuntungan sebesar $33.60 atau 2.82%.

Emas berjangka kontrak Februari sebagai kontrak teraktif saat ini menyelesaikan sesi perdagangan Rabu (14/1) dengan kerugian sebesar $3.1 atau 0.25% berakhir pada $1,231.400 per ounce di Divisi Comex New York Mercantile Exchange. Dalam sepekan lalu, emas berjangka catatkan keuntungan sebesar $29.90 atau 2.52%.

Fundamental Analysis

Selama sesi eropa sentiment pasar datang dari Laporan bahwa Presiden Italia telah mengajukan surat pengunduran diri dan pernyataan European Court of Justice memberikan dukungan kepada ECB atas rencana peluncuran QE pada pertemuan 22 Januari mendatang.

Dari Amerika - Data Penjualan Retail Sales AS dirilis turun sebanyak 0.9% selama periode Desember. Lebih buruk dari perkiraan dan data sebelumnya pada -0.1% (F) dan +0.7% (P). Diluar penjualan kendaraan, Penjualan Retail Sales AS tercatat turun sebanyak 1.0%. Lebih rendah dari perkiraan dan data sebelumnya pada +0.1% (F) dan +0.5% (P).

Memasuki sesi perdagangan hari ini, pasar emas dan global akan terfokus pada data klaim pengangguran dan Inflasi Produsen AS. Beberapa Jadwal Laporan Keuangan dari Sektor Perbankan juga masih akan jadi fokus pasar hari ini.

Technical Analysis

Secara teknis, harga emas telah berhasil bergerak lebih tinggi namun tertahan pada level resistance $1,245.80. JIka terjadi penembusan level resistance tersebut Emas juga merubah trendnya bergerak diatas garis EMA-50, EMA-100 dan EMA-200. Yang mengindikasi adanya Trend Bullish setidaknya dalam kuartal pertama tahun ini.

Faktor utama yang mungkin akan membawa emas bergerak lebih tinggi hanyalah program QE oleh ECB yang mungkin baru akan dirilis pada minggu ketiga Januari. QE diperkirakan akan dirilis pada 22 Januari mendatang.

Dalam jangka panjang, Trend negative masih tetap terlihat pada harga emas. Pada pola teknikal jangka panjang tetap menunjukkan adanya kemungkinan emas berada pada kisaran $984 per troy ounce – setidaknya pada tahun mendatang. Dalam trend Jangka panjang berdasarkan grafik bulanan, telah terbentuk pola triangle – dimana jika harga mampu menguji dan menembus level supports $1,180.00 maka emas berpotensi melanjutkan penurunan hingga target jangka panjang pada kisaran $926.70 - $984.00, setidaknya menunggu hasil keputusan Federal Reserve AS untuk menaikkan suku bunga tahun ini. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages