kedaitrader.com - Harga emas diperdagangkan pada volatilitas pasar yang sangat besar. Menguat selama sesi perdagangan Asia hingga Eropa, namun kembali terkoreksi memasuki sesi perdagangan Amerika semalam.
Harga emas spot ditutup turun sebesar $2.50 atau 0.20% berakhir pada $1,230.90 per troy ounce, setelah sebelumnya sempat diperdagangkan hingga setinggi $1,244.020 dan serendah $1,227.130. Dalam sepekan lalu, Emas catatkan keuntungan sebesar $33.60 atau 2.82%.
Emas berjangka kontrak Februari sebagai kontrak teraktif saat ini menyelesaikan sesi perdagangan Selasa (13/1) dengan keuntungan sebesar $1.6 atau 0.1% berakhir pada $1,234.400 per ounce di Divisi Comex New York Mercantile Exchange. Dalam sepekan lalu, emas berjangka catatkan keuntungan sebesar $29.90 atau 2.52%.
Fundamental Analysis
Emas terkoreski selama sesi perdagangan Amerika setelah indeks dolar AS menguat tajam dan pasar saham AS bergerak sangat volatile dengan keuntungan tajam diawal sesi namun kembali melemah memasuki sesi akhir sesi perdagangan AS.
Emas sesungguhnya menerima aliran safe-haven yang cukup besar atas kepanikan pasar atas rencana stimulus ECB pada 22 Januari mendatang. Namun, selama musim laporan keuangan – aliran safe-haven hanya terjadi ketika pasar saham AS dan pasar saham global menerima tekanan turun (sell-off) atas hasil laporan keuangan yang tidak terlalu baik.
Memasuki sesi perdagangan hari ini, pasar diperkirakan akan diperdagangkan pada volatilitas pasar yang lebih besar dari sebelumnya. jadwal laporan keuangan sekotr perbankan dan Data Retail Sales AS akan menjadi fokus pasar selama sesi perdagnagan hari ini.
Tecnical Analysis
Secara teknis, harga emas telah berhasil bergerak lebih tinggi bahkan telah mampu menembus level resistance $1,226.00 pagi ini. Penguatan yang terjadi nampaknya akan bertahan seiring dengan keuntungan dolar AS.
Berdasarkan grafik, setelah penembusan level resistance $1,226.00 pagi ini, terlihat bahwa emas mungkin akan diperdagangkan pada kisaran $1,250.300 - $1,185.00 bulan ini, penembusan masing-masing kisaran jangka menengah ini akan mengndikasi trend berikutnya bagi harga emas berikutnya. Faktor utama yang mungkin akan membawa emas bergerak lebih tinggi hanyalah program QE oleh ECB yang mungkin baru akan dirilis pada minggu ketiga Januari. QE diperkirakan akan dirilis pada 22 Januari mendatang.
Dalam jangka panjang, Trend negative masih tetap terlihat pada harga emas. Pada pola teknikal jangka panjang tetap menunjukkan adanya kemungkinan emas berada pada kisaran $984 per troy ounce – setidaknya pada tahun mendatang. Dalam trend Jangka panjang berdasarkan grafik bulanan, telah terbentuk pola triangle – dimana jika harga mampu menguji dan menembus level supports $1,180.00 maka emas berpotensi melanjutkan penurunan hingga target jangka panjang pada kisaran $926.70 - $984.00, setidaknya pada tahun mendatang. Penurunan tajam mungkin akan terjadi pada momentum-momentum kenaikan suku bunga AS mendatang.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar