kedaitrader.com - Harga emas diperdagangkan menguat tajam selama sesi perdagangan Senin (12/1), menerima aliran safe-haven ditengah kekhawatiran Investor atas perkembangan politik d Yunani. Harga minyak mentah Dunia yang anjlok mencapai level terendah sejak lima setengah tahun terakhir juga mendorong sell-off dipasar saham global dan menjadi emas sebagai asset pilihan.
Harga emas spot ditutup naik sebesar $10.0 atau 0.82% berakhir pada $1,233.40 per troy ounce, setelah sebelumnya sempat diperdagangkan hingga setinggi $1,235.835 dan serendah $1,217.500. Dalam sepekan lalu, Emas catatkan keuntungan sebesar $33.60 atau 2.82%.
Emas berjangka kontrak Februari sebagai kontrak teraktif saat ini menyelesaikan sesi perdagangan Senin (12/1) dengan keuntungan sebesar $16.70 atau 1.37% berakhir pada $1,232.800 per ounce di Divisi Comex New York Mercantile Exchange. Dalam sepekan lalu, emas berjangka catatkan keuntungan sebesar $29.90 atau 2.52%.
Harga minyak mentah dunia anjlok selama sesi perdaangan Senin (12/1), Crude Oil ditutup turun $2.29 atau 4.79% berakhir pada $46.07 per barrel. Brent Crude ditutup anjlok $2.68 atau 5.4% berakhir pada level $47.43.
Fundamental Analysis
Memasuki sesi perdagangan hari ini, tidak ada faktor dan data ekonomi yang menjadi fokus pasar. Emas diperkirakan hanya akan terfokus dengan hasil laporan keuangan saham-saham AS, jika hasil Q4 cenderung membaik maka emas berpotensi koreksi dan berlaku sebaliknya.
Dalam faktor fundemental yang akan datang adalah Program pembelian Aset ECB (QE) yang diperkirakan akan dirilis pada 22 Januari bersamaan dengan pengumuman suku bunga Bank Sentral. Keputusan ini cenderung akan membawa emas dan dolar sama-sama menerima aliran safe-haven (sama-sama naik).
Sementara keputusan suku bunga AS akan membawa Dolar menguat bersama dengan pasar saham global. Sedangkan emas akan mengalami penurunan karena kehilangan aliran-safe-haven.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar