Analisa Emas - 12 Januari 2015

kedaitrader.com - Harga emas menyelesaikan sesi perdagangan Jum'at (9/1) dengan keuntungan tajam – meski data Non-Farm Payrolls AS dirilis dengan hasil yang sangat baik. Harga emas menguat setelah pasar saham global kembali melemah tajam melihat ancaman memburuknya hasil laporan keuangan kuartal ke-empat tahun lalu yang akan dimulai minggu ini.

Harga emas spot ditutup naik sebesar $14.50 atau 1.2% berakhir pada $1,223.40 per troy ounce, setelah sebelumnya sempat diperdagangkan hingga setinggi $1,221.300 dan serendah $1,206.980. Dalam sepekan lalu, Emas catatkan keuntungan sebesar $33.60 atau 2.82%.

Emas berjangka kontrak Februari sebagai kontrak teraktif saat ini menyelesaikan sesi perdagangan Jum'at (9/1) dengan keuntungan sebesar $7.60 atau 0.6% berakhir pada $1,2216.100 per ounce di Divisi Comex New York Mercantile Exchange. Dalam sepekan lalu, emas berjangka catatkan keuntungan sebesar $29.90 atau 2.52%.

Fundamental Analysis

Pasar emas tak banyak bergerak ketika data NFP dirilis, namun bergerak cukup besar setelah hampir 30 menit stagnan. Emas menerima aliran safe-haven setelah pasar saham global anjlok menyusul spekulasi menjelang laporan keuangan kuartal ke-empat minggu ini.

Dalam berita terbaru kemarin, Fitch Rating turunkan peringkat utang Rusia diturunkan menjadi “BBB-“ satu tingkat lebih tinggi dari status “Junk”. Sebelum penurunan tersebut, peringkat utang Rusia berada pada “BBB”.


Memasuki sesi perdagangan hari ini, tidak ada faktor dan data ekonomi yang menjadi fokus pasar. Emas diperkirakan hanya akan terfokus dengan penurunan indeks dolar AS.

Perlu diperhatikan bahwa dalam minggu ini, pasar akan mulai terfokus pada hasil laporan keuangan hasil kuartal ke-4 tahun lalu. Hari ini, Alcoa (AA) akan jadi perusahaan pertama yang akan melaporkan hasil kuartal ke-4. Berdasarkan perkiraan yang ada Alcoa diperkriakan akan merilis laba per saham (EPS) sebesar $0.27 , lebih rendah dari sebelumnya pada $0.31.

Hasil laporan keuangan kuartal ke-4 akan sangat direspon pasar terlebih setelah harga komoditas mengalami pelemahan selama akhir tahun lalu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages