Analisa EURUSD - 5 September 2012

Awal perdagangan Selasa 4 september 2012, pada sesi Asia euro bergerak naik hingga mencapai level tertinggi harianya pada sesi perdagangan kemarin di level  1.2626. Munculnya spekulasi akan kebijakan stimulus ECB dengan melakukan pembelian beberapa asset seperti obligasi beryield tinggi bertenor maksimum 3 tahun pada hari kemarin kian membuat pasar optimis akan kebijakan stimulus yang akan segera dirinci secara detail dan dikeluarkan pada pertemuan ECB dengan para petinggi Uni Eropa lainnya hari kamis mendatang. Hal ini pun kian membuat euro mampu raly kembali  mendekati level tertinggi harian nya sepanjang sepekan kemarin di level 1.2636.
Memasuki sesi perdagangan eropa euro kembali terkoreksi turun hingga mencapai level 1.2581. Faktor psikologis pasar yang lebih memilih aksi wait and see menjelang pertemuan ECB dengan petinggi uni eropa lainnya membuat euro gagal melanjutkan trend positifnya pada perdagangan kemarin pada level 1.26 hingga terkoreksi turun kembali dibawah level 1.26, bahkan terus bergerak turun hingga mencapai level support ketiganya pada perdagangan kemarin di level 1.2560. Memasuki sesi perdagangan AS, euro kembali terkoreksi naik hingga mencapai level  1.2595, setelah data ekonomi AS yang menunjukan perlambatannya pada sector manufacturing,dimana index manufaktur AS turun menjadi 49.6 lebih rendah dari prediksi 50.0 serta lebih rendah dari previous 49.8. Selain itu pula masuknya komentar Draghi menjelang pertemuannya dengan para petinggi Uni Eropa lainnya  mampu turut mendorong euro naik menjauhi level rendah hariannya.
Dimana dalam komentarnya yang dirilis beberapa media eropa termasuk stasiun TV Bloomberg  serta bulletin ekonomi Jerman, yang menjelaskan Draghi bersama ECB sepertinya tetap akan melakukan kebijakan stimulusnya dengan melakukan pembelian obligasi pemerintah yang beryield tinggi untuk mengatasi krisis hutang eropa yang tak kunjung padam. Beliau melihat pembelian beberapa obgligasi pemerintah beryield tinggi pada pasar perdana  merupakan salah satu option utama dalam program ECB mengatasi krisis hutang eropa yang berkepanjangan.
Dikatakan pula, ECB tetap harus mengggunakan hak nya untuk mengintervensi pasar guna menjaga kestabilan harga. Namun kebijakan dan sikap yang ditampilkan oleh Draghi, kembali ditentang oleh sikap oposisi Jerman yang tetap memandang kebijakan ECB dengan melakukan pembelian obligasi pemerintah beryield tinggi akan memicu kenaikan inflasi pada beberapa negera-negara di eropa. Sehingga hal ini pun akan kembali manjadi batu sandugan Draghi bersama ECB dalam merelesasikan programnya ini menjelang pertemuannya kamis besok. Sentimen negative ini pun yang mempengaruhi psikologis pasar yag was-was menjeleng hasil  pertemuan ECB kamis besok.
Rabu 5 september 2012, euro kembali melanjutkan trend bearsihnya, dimana setelah dibuka di level 1.2559 pada sesi awal perdagangan dan ditutup pada sesi perdagangan kemarin di level 1.2567. Euro bergerak turun hingga mencapai level 1.2521. Faktor psikologis pasar yang kembali was-was menjelang hasil pertemuan ECB kamis besok mampu mendorong pasar melakukan aksi taking profit sementara dimana sbelumnya euro mampe bertahan pada level tertingginya di level 1.26. Diprediksi hari ini euro akan bergerak dalam kisaran level 1.2597-1.2488. Dengan Strong resistance pada level 1.2575 serta strong supportnya pada level 1.2522.
Secara fundamental yang akan mempengaruhi pergerakan euro hari ini, masuknya beberapa data ekonomi dari eropa yang mengukur tingkat pertumbuhan ekonominya pada sector jasa beberapa Negara eropa, diantara; masuknya data service PMI Spanyol yang turun menjadi 43.3 dari previous 43.7; data service PMI Italian yang naik 43.6 dari previous 43.0; data service PMI Jerman yang tetap bertahan pada level 48.3; data service PMI zona euro yang juga tetap pada level yang sama 47.5, serta yang memiliki impact yabg cukup besar untuk ECB mengambil keputusan pada pertemuan kamis besok perihal retai sales eropa yang diprediksi melambat menjadi -0.2% dari previous 0.1%. Bila dilihat dari sector manufakturnya pada awal pekan lalu yang menunjukan perlambatan, maka diprediksi hari ini data PMI yang mengukur tingkat pertumbuhan pada sector jasa di beberapa Negara eropa termasuk PMI eropa sendiri, akan mengalami perlambatan kembali.
Hal ini pun akan kembali membuat sentiment negative utnuk pergerakan euro hari sembari faktor psikologis pasar yang akan kembali  menunggu hasil pertemuan bank sentral eropa kamis besok tentang langkah stimulus yang akan dilakukan ECB untuk mengatasi krisis hutang eropa ini. Selain itu pula, data ekonomi AS perihal Unit labor cost yang turun menjadi 1.5% dari previous 1.7% serta data Non Farm Productivity yang diprediksi naik menjadi 1.8% dari previous 1.6%. Apabila data ekonomi AS yang akan dirilis hari ini menunjukan index yang negative maka diprediksi  akan memunculkan kembali spekulasi pasar akan kebijakan QE 3 AS menjelang pertemuan The Fed 12-13 september mendatang, sehingga hal  ini pun akan mendorong euro utnuk bergerak naik hari ini.
           
Recommend:
* Buy if break resistance 1.2541
  Target: 1.2557; 1.2575; 1.2597
* Buy  on area support 1.2509
  Target: 1.2522; 1.2531
* Sell on area resistance 1.2575
  Target 1.2557; 1.2541
* Sell if break support 1.2522
  Target: 1.2509: 1.2488


FOR LIVE MARKET UPDATE & DAILY STOCKS, GOLD, FOREX RECOMMENDATION FOLLOW @KEDAITRADER OR ADD PIN:29A5DFFB ( BM : KEDAITRADER )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages