Kedai Trader: Jalur Distribusi Terancam Terganggu, Harga Minyak Coba Rebound | Rekomendasi Emas | Rekomendasi Saham | Rekomendasi Forex | Rekomendasi CFD | Analisa Emas | Analisa Saham | Analisa Forex | Analisa CFD
Loading...

Post Top Ad

Call/Whatsapp 081288838703 for Join Trading with Kedai Trader

Monday, November 16, 2015

Jalur Distribusi Terancam Terganggu, Harga Minyak Coba Rebound

kedaitrader.com - Harga minyak mencatatkan kerugian tajam pada sesi perdagangakan sepekan lalu, setelah dalam sepekan laporan seputar cadangan minyak mentah AS terus meningkat pada angkat yang cukup signifikan.

Disesi perdagangan akhir pekan, pasar minyak juga kembali terkoreksi setelah laporan jumlah pengeboran minyak mentah AS kembali naik pada kisaran 574 pada pekan lalu.

Harga minyak mentah WTI (Spot) ditutup turun sebanyak 87 sen atau 2.09% berakhir pada level $40.73 per barrel, setelah sempat diperdagangkan hingga setinggi $42.18 dan serendah $40.21.

Sementara dipasar minyak futures - Crude Oil (Desember) ditutup turun sebanyak $1.01 atau 2.40% berakhir pada level $40.74 per barrel di Divisi New York Mercantile Exchange.

Brent Crude (Dec) ditutup turun sebanyak 45 sen atau 1.0% berakhir pada level $43.61 per barrel di Divisi ICE Futures Exchange London.

Dalam laporan akhir pekan menunjukkan bahwa Baker Hughes U.S. Rig Count meningkat pada angka 574 pekan lalu, dari sebelumnya 572.

Memasuki sesi perdagangan awal pekan ini, harga minyak dibuka menguat – berpotensi rebound pada kisaran $41 - $42 setelah anjlok dalam seminggu sesi perdagangan berturut-turut.

Kabar seputar terror di paris yang membawa ketegangan antara Syria dan Prancis nampaknya akan sedikit menopang keuntungan pada pasar minyak hari ini.

Syria sebagai negara yang dilewati sebagai jalur distributor minyak mentah dari Libya akan mengancam terhambatnya penyaluran minyak mentah.

Dalam jangka pendek, berdasarkan sisi teknikal harga minyak berpotensi rebound pada kisaran $42.50 per barrel.

Namun secara teknis dalam jangka menengah harga minyak mentah WTI berpotensi melemah kembali hingga kisaran $37 per barrel. Hal ini terlihat penembusan level support minyak WTI pekan lalu pada $42.50 per barrel.

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad