Kedai Trader: Analisa Emas - 19 Novemver 2015 | Rekomendasi Emas | Rekomendasi Saham | Rekomendasi Forex | Rekomendasi CFD | Analisa Emas | Analisa Saham | Analisa Forex | Analisa CFD
Loading...

Post Top Ad

Call/Whatsapp 081288838703 for Join Trading with Kedai Trader

Thursday, November 19, 2015

Analisa Emas - 19 Novemver 2015

kedaitrader.com - Harga emas cenderung tertekan turun pada sesi perdagangan Rabu (18/11) meski akhirnya ditutup doji pada akhir sesi perdagangan Amerika semalam. Pasar emas sesungguhnya cukup sulit untuk bergerak naik karena Fed kembali mengaskan kemungkinan kenaikan suku bunga naik pada Desember mendatang.

Harga Emas spot menyelesaikan sesi perdagangan Rabu (18/11) dengan keuntungan tipis, sebesar 20 sen atau 0.02% berakhir pada level $1,069.50, setelah sempat diperdagangkan hingga setinggi $1,075.250 dan serendah $1,064.706. Dalam sepekan lalu, harga emas spot mencatatkan kerugian sebesar $5.50 atau 0.51%.

Sementara Emas berjangka kontrak Desember sebagai kontrak teraktif saat ini menyelesaikan sesi perdagangan  Rabu (18/11) dengan keuntungan sebesar 10 sen atau 0.01% berakhir pada level $1,068.700 per ounce di Divisi Comex New York Mercantile Exchange. Dalam sepekan lalu, harga emas kontrak Desember mencatatkan kerugian sebesar $6.80 atau 0.63%.

Pasar emas nampak tertekan sejak awal sesi perdagangan Asia yang masih merespon hasil data Inflasi AS pada sesi perdagangan Selasa lalu.

Dari pertemuan Fed semalam, menunjukkan bahwa mayoritas anggota Dewan Fed memberikan signal adanya kenaikan suku bunga pada pertemuan FOMC pada 15 – 16 Desember mendatang.

Hal ini, akan menjadi langkah awal bagi Fed untuk pertama kalinya menaikkan suku bunga acuan sejak 9 tahun terakhir.

Dalam survey yang dirilis oleh Wall Street baru-baru ini, menunjukkan bahwa 68% kemungkinan Fed akan menaikkan suku bunga pada pertemuan mendatang.

Diluar dari pertemuan Fed semalam, diawal sesi perdagangan AS – pasar juga terfokus pada data perumahan AS, diantara Building Permitsyang dirilis naik sebanyak 4.1% menjadi 1.150M selama periode Oktober. Data dirilis lebih baik dari perkiraan dan data sebelumnya pada 3.1% (F) dan -5.0% (P).

Sementara Housing Starts AS dirilis turun sebanyak 11.0% menjadi 1.060M selama periode Oktober, data dirilis lebih rendah dari perkiraan dan data sebelumnya pada -3.90% (F) dan +6.50% (P).

Memasuki sesi perdagangan hari ini, manfaatkan momentum pelemahan Dolar yang terjadi sejak pembukaan pasar Asia hari ini. Jika dolar terus terkoreksi karena faktor Teknikal, maka harga eams juga berpotensi rebound setelah dalam dua pekan berturut-turut anjlok sangat tajam.

Kondisi ini terlihat dari indikator TA RSI dimana harga emas sudah berada pada area Oversold (Jenuh Beli). Dimana level-level rebound diperlukan , sebelum akhirnya kembali melanjutkan trendnya.

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad