Kedai Trader: Analisa Emas - 25 Agustus 2015 | Rekomendasi Emas | Rekomendasi Saham | Rekomendasi Forex | Rekomendasi CFD | Analisa Emas | Analisa Saham | Analisa Forex | Analisa CFD
Loading...

Post Top Ad

Call/Whatsapp 081288838703 For Join Trading

Tuesday, August 25, 2015

Analisa Emas - 25 Agustus 2015

kedaitrader.com - Harga emas diperdagangkan cukup volatile pada sesi perdagangan semalam, namun diperdagangkan pada kisaran yang lebih sempit meski hampir seluruh pasar global diperdagangkan pada kisaran 2 – 5 kali lipat lebih besar dari biasanya.

Pasar Emas memang cukup diuntungkan dengan adanya kepanikan pasar yang berlebihan semalam dan cenderung meningkatkan aliran safe-haven, namun pasar juga kembali tertekan dan ditingglkan investor karena terancam tidak diminati karena tingkat inflasi global yang rendah pasca melemahnya harga minyak mentah dunia pada level 6 ½ terakhir.

Pasar emas spot menyelesaikan sesi perdagangan Senin (24/8), dengan kerugian sebesar $5.50 atau 0.47% berakhir pada level $1,154.400 per troy ounce, setelah sebelumnya sempat diperdagangkan hingga setinggi $1,169.920 dan serendah $1,145.550. Dalam sepekan lalu, Pasar emas spot mencatatkan keuntungan sebesar $50.40 atau 4.5%.

Sementara Emas berjangka kontrak Desember sebagai kontrak teraktif saat ini menyelesaikan sesi perdagangan Senin (24/8) dengan kerugian sebesar $6.0 atau 0.50% berakhir pada level $1,153.600 per ounce di Divisi Comex New York Mercantile Exchange. Dalam sepekan lalu, Emas kontrak Desember mencatatkan kerugian sebesar $46.90 atau 4.2%.

Pagi ini, emas spot dibuka lebih rendah namun masih dalam kisaran yang cukup sempit, meski pasar saham Asia kembali dibuka anjlok. 

Selama sesi perdagangan awal pekan kemarin (24/8) tidak ada data ekonomi yang menjadi fokus pasar. Pasar hanya terfokus pada pergerakkan harga minyak mentah dunia yang sepanjang sesi perdagangan berlangsung semalam, mencatatkan kerugian tajam.

Jumlah pasokan minyak mentah dunia yang dikabarkan terus meningkat tajam dan diikuti dengan meningkatnya jumlah pengeboran minyak dengan jumlah yang cukup tinggi diduga akan semakin memperbanyak nilai cadangan minyak dan memicu lemahnya inflasi global.

Selama sesi perdaganan kemarin, harga minyak WTI anjlok mencapai level terendah hariaanya pada $37.75 per barrel. Crude Oil (Oct) ditutup turun sebanyak $2.21 atau 5.5% berakhir pada level $38.24 per barrel di New York Mercantile Exchange. Sementara Brent Crude (Oct) ditutup anjlok sebanyak $2.77 atau 6.1% berakhir pada level $42.69 per barrel di ICE Futures exchange London.

Index Dolar AS sebagai rival terbesar emas, Dolar ditutup anjlok sebanyak 167 poin atau 1.79% berakhir pada level 93.26, setelah sempat diperdagangkan hingga setinggi 94.94 dan serendah 92.49.

Memasuki sesi perdagangan hari ini, investor diharapkan memperhatikan pergerakkna pasar saham global dan harga minyak. Keuntungan pada pasar emas nampaknya dapat terhapuskan dan berubah trend jika pasar saham global sudah mulai stabil.

Beberapa data ekonomi, akan mulai menjadi fokus pasar global memasuki sesi perdagangan Eropa siang nanti hingga perdagangan Amerika. Data Perumahan AS akan jadi fokus utama pasar pada pukul 21:00 GMT+7.

No comments:

Post a Comment